TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

4 Serba-serbi Samgyetang, Sup Ayam Ginseng Khas Korea

Sup yang cocok dinikmati pada musim panas

samgyetang (instagram.com/koreanizers)

Selain dikenal dengan drakor dan idol-nya, Korea juga dikenal dengan julukan Negara Ginseng. Korea merupakan negara penghasil ginseng terbesar di dunia. Tumbuhan kaya manfaat ini sering dijadikan sebagai obat. Selain itu, ginseng juga sering digunakan sebagai bahan makanan. Salah satu makanan yang terdapat ginseng di dalamnya adalah samgyetang

Samgyetang adalah sup ayam ginseng khas Korea yang rasanya lezat dan baik untuk kesehatan. Sup bernutrisi tinggi ini sangat dicari pada saat musim panas tiba. Ingin tahu serba-serbi tentang samgyetang lainnya? Berikut ulasannya!

1. Samgyetang memiliki sejarah yang panjang

samgyetang (unspalsh.com/Cyprien Delaporte)

Korea mulai membuat sup dengan bahan dasar ayam sejak era Joseon. Samgyetang sendiri populer di kalangan bangsawan pada masa penjajahan kolonial Jepang. Namun, saat itu yang mereka gunakan adalah bubuk ginseng. Pada tahun 1960, samgyetang mulai populer di kalangan rakyat biasa.

Samgyetang juga memiliki julukan masakan ibu mertua, karena biasanya ibu mertua akan menyiapkan samgyetang untuk menantu laki laki yang mengunjunginya. Oleh karena itu bagi orang Korea, samgyetang adalah masakan yang dipenuhi dengan cinta ibu. 

Baca Juga: 6 Tips Memasak Samgyetang, Sup Ayam Ginseng Khas Korea

2. Ginseng adalah salah satu bahan utama pembuatan samgyetang

bahan pembuatan samgyetang (korea.net)

Bahan utama pembuatan samgyetang adalah ayam dan ginseng. Ayam yang digunakan adalah ayam muda yang biasanya berumur satu bulan. Pemilihan ayam muda memiliki alasan penting yaitu dagingnya yang empuk dan lembut. Ayam dibersihkan kemudian dikeluarkan bagian dalamnya, setelah itu masukkan beras ketan yang telah direndam selama kurang lebih dua jam. 

Ayam yang sudah diberi beras ketan kemudian direbus bersama dengan ginseng, bawang, dan jujube. Bahan bahan tersebut kemudian dimasak perlahan hingga dagingnya lembut dan kuahnya mengental. Agar samgyetang tetap hangat ketika dinikmati, maka samgyetang disajikan dalam mangkok batu yang disebut dol-sot

3. Samgyetang paling cocok dinikmati saat musim panas

samgyetang (instagram.com/subtleasian.cooking)

Samgyetang paling enak dinikmati pada tiga hari terpanas di musim panas yang disebut dengan sambok. Sambok mengacu pada hari-hari panas di Korea menurut kalender lunar dan selanjutnya dikategorikan berdasarkan periode. Maka jangan heran, jika menemui antrian panjang di depan restoran yang menawarkan samgyetang selama sambok

Di Korea terdapat sebuah istilah melawan api dengan api. Istilah itu bisa diartikan ketika suhu sedang panas dan terik, maka masakan yang tepat untuk dimakan adalah makanan panas.

Ketika makanan dingin disantap saat musim panas, maka perut akan menjadi dingin tetapi bagian badan lain tetap panas. Jadi, yang harus dilakukan adalah membuat badan memiliki temperatur yang sama.

Menikmati semangkuk samgyetang juga dapat meningkatkan sirkulasi darah pada organ dalam dan membantu memulihkan nafsu makan dan energi. Selain itu, panas tubuh bisa diturunkan melalui keringat setelah makan samgyetang yang panas.

 

Baca Juga: [QUIZ] Dari Olahan Babi Khas Korea Favoritmu, Ini Wisata Korea Selatan untukmu!

Writer

Bening Alfiatur Rahmah

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya