Menjalankan ibadah haji di Tanah Suci tentunya membutuhkan stamina yang prima dan asupan nutrisi yang terjaga dengan baik. Banyak jemaah asal Indonesia memilih membawa stok lauk kering, seperti kering (orek) tempe, abon, sambal pecel, atau rendang sebagai cadangan makanan saat lidah merindukan cita rasa masakan rumah.
Namun, suhu udara yang ekstrem di Arab Saudi, serta durasi perjalanan yang lama membuat para jemaah harus memutar otak bagaimana cara penyimpanan makanan tersebut. Tujuannya agar lauk tetap awet dan layak konsumsi dalam waktu lama.
Lauk kering memang menjadi solusi praktis, karena kadar airnya rendah, sehingga tidak mudah ditumbuhi bakteri yang menyebabkannya basi. Meski demikian, pengemasannya pun harus tepat.
Gak perlu bingung, berikut IDN Times bagikan beberapa tips tentang cara menyimpan stok lauk kering, biar gak basi selama berhaji nanti. Simak daftarnya di bawah ini, ya!
