Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Yaki Imo Jadi Jajanan Populer di Jepang saat Musim Gugur?

4 min read
Kenapa Yaki Imo Jadi Jajanan Populer di Jepang saat Musim Gugur?
ilustrasi yaki imo (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)
  • Yaki imo populer saat musim gugur karena satsumaimo sedang panen, lalu disimpan agar matang merata dan dapat dinikmati hingga musim dingin.
  • Ubi jalar masuk ke Jepang pada awal abad ke-17, membantu menghadapi kekurangan pangan era Edo, dan penjualan yaki imo di Edo pada 1793 memicu popularitasnya.
  • Sebagai jajanan manis, mengenyangkan, dan terjangkau, yaki imo mudah ditemukan di supermarket, minimarket, atau dipanggang sendiri dengan bahan tambahan minim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat musim gugur tiba, udara akan berubah menjadi sejuk dan dedaunan akan mulai mengeluarkan semburat jingga yang cantik. Karena adanya penurunan suhu udara, banyak masyarakat Jepang yang menyantap makanan hangat saat musim gugur datang, salah satunya adalah yaki imo. Makanan ini berasal dari ubi jalar satsumaimo yang berkulit ungu khas Jepang dengan cita rasa manis dan sensasi meleleh di mulut.

Umumnya, yaki imo akan dimasak dengan cara dipanggang hingga teksturnya lembut. Makanan ini kerap disajikan dengan sedikit mentega di atasnya. Namun, apa yang menjadikan hidangan ini sangat populer atau begitu diburu masyarakat saat musim gugur?

Nah, kalau kamu penasaran dengan alasan di baliknya, kamu bisa menyimak beberapa penjelasan yang akan dibagikan dalam artikel ini, ya!

  1. 1. Musim gugur merupakan musim panen ubi jalar satsumaimo di jepang

    ilustrasi memanen ubi
    ilustrasi memanen ubi (pexels.com/Mark Stebnicki)

    Salah satu alasan yaki imo banyak dikonsumsi saat musim gugur adalah karena makanan ini berkaitan erat dengan musim panen ubi jalar satsumaimo. Setelah dipanen, ubi akan disimpan agar proses pematangannya lebih merata dan bisa dinikmati hingga musim dingin. Ini menandakan betapa kentalnya budaya Jepang dalam menghormati bahan makanan sesuai musinya dengan cara mengonsumsinya.

    Selain ubi jalar, beberapa jenis bahan makanan lain seperti labu dan kastanye juga mengalami proses pemanenan serentak saat musim gugur, sehingga memenuhi pasar-pasar di Negeri Sakura. Bahkan, kamu juga bisa melakukan tradisi menggali ubi atau imo hori sebagai kegiatan rekreasi jika berkunjung ke Jepang selama musim gugur. Oleh karena alasan tersebut, tak heran jika yaki imo menjadi salah satu jajanan populer yang banyak dinikmati saat musim gugur tiba.

  2. 2. Punya sejarah panjang sebagai jajanan rakyat jepang

    ilustrasi yaki imo
    ilustrasi yaki imo (pexels.com/Sokat Rachman)

    Popularitas yaki imo ternyata sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Ubi jalar tidak serta-merta langsung tumbuh di Jepang, melainkan diperkenalkan lewat Kerajaan Ryukyu dari jalur perdagangan melalui Tiongkok yang kini dikenal sebagai Okinawa pada awal abad ke-17. Setelah itu, bahan pangan ini disebarkan ke wilayah Satsuma dan daerah lainnya.

    Pada zaman Edo, satsumaimo juga berperan penting sebagai bahan makanan yang mudah dibudidayakan dan dapat membantu menghadapi kekurangan pangan di Jepang. Tak hanya itu, Tokugawa Yoshimune, shogun kedelapan Jepang, mendorong pengembangan ubi jalar setelah mendapatkan pengaruh dari penelitian Aoki Konyo mengenai tanaman tersebut. Kemudian pada tahun 1793, penjualan yaki imo di Edo yang kini menjadi Tokyo, memicu gelombang popularitas besar dan menjadikan ubi panggang sebagai jajanan rakyat yang kerap dinikmati saat musim gugur.

  3. 3. Harganya terjangkau dan mengenyangkan

    ilustrasi yaki imo
    ilustrasi yaki imo (commons.wikimedia.org/Silentpilot)

    Selain karena melimpah di musim gugur, yaki imo juga terkenal sebagai makanan tradisional yang sangat terjangkau. Bahkan pada zaman Edo, ubi jalar kerap dibandingkan dengan kastanye karena memiliki rasa manis yang menarik, tetapi harganya jauh lebih murah. Oleh karena itu, ubi jalar satsumaimo dapat berkembang sebagai jajanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat biasa, bukan makanan untuk kalangan tertentu.

    Selain terjangkau, yaki imo juga bisa memberikan efek mengenyangkan dan menghangatkan saat dikonsumsi. Tak hanya itu, yaki imo juga mengandung sejumlah zat gizi penting seperti serat pangan dan vitamin. Bahkan, kamu tidak perlu lagi menambahkan gula saat akan mengonsumsi yaki imo, karena makanan ini sudah memiliki rasa asli yang legit ketika disantap.

  4. 4. Mudah ditemukan di mana saja dan cara masaknya praktis

    ilustrasi yaki imo
    ilustrasi yaki imo (commons.wikimedia.org/국립국어원)

    Yaki imo juga ternyata mudah ditemukan di berbagai tempat di Jepang saat musim gugur dan musim dingin. Pada zaman dulu, jajanan ini akan dijajakan oleh pedagang keliling dan dibawa oleh gerobak kayu. Namun, kini kamu bisa menemukan yaki imo di banyak supermarket dan minimarket juga.

    Bahkan karena kemajuan teknologi Jepang yang pesat, untuk menikmati yaki imo, kamu bisa memanggangnya sendiri di mesin pemanggang elektrik sehingga terkesan lebih praktis. Tapi, jika kamu belum bisa jalan-jalan ke Jepang dan ingin menikmati yaki imo di rumah, kamu cukup membeli ubi jalar, lalu belah ubi menjadi dua bagian tanpa terputus dan panggang di atas bara api atau oven. Yaki imo juga biasanya dipanggang bersama kulitnya sehingga tidak membutuhkan banyak bahan tambahan lainnya.

    Dengan mengetahui beberapa alasan di atas, tak heran jika yaki imo banyak dinikmati oleh masyarakat Jepang saat musim gugur. Rasanya yang manis, aroma smoky yang khas, serta sensasi hangatnya membuat yaki imo begitu cocok menemani udara musim gugur yang sejuk. Jadi, ketika daun-daun di Jepang sudah mulai berubah warna menjadi jingga, jangan lupa untuk menikmati yaki imo selagi berkunjung ke sana ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More