Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal 6 Jenis Sake: Perbedaan, Ciri, dan Cara Menikmatinya
ilustrasi sake (unsplash.com/Zaji Kanamajina)

Kalau kamu pencinta kuliner Jepang, pasti sudah tidak asing lagi dengan minuman bernama sake. Minuman hasil fermentasi beras ini sering banget muncul di dorama atau anime sebagai pelengkap momen spesial. Tapi, pas mau coba pesan sendiri di restoran, kamu mungkin merasa bingung karena pilihannya banyak banget.

Sebenarnya, ada berapa jenis sake? Secara garis besar, sake diklasifikasikan berdasarkan tingkat pemolesan beras (seimai buai) dan apakah ada tambahan alkohol atau tidak. Di Jepang sendiri, sake dibagi menjadi dua kategori besar yakni sake biasa (Futsu-shu) dan sake premium (Tokutei Meisho-shu).

Agar kamu tidak salah pilih saat hangout, yuk simak penjelasan lengkap mengenai 6 jenis sake yang paling umum berikut ini!

1. Futsu-shu (sake biasa)

ilustrasi sake (pexels.com/Matthew Jesús)

Bisa dibilang, ini adalah "table wine" versi Jepang. Futsu-shu tidak memiliki aturan ketat soal tingkat pemolesan beras. Produsen biasanya menambahkan lebih banyak alkohol distilasi, gula, atau penyedap untuk menyesuaikan rasa.

Harganya sangat terjangkau dan bisa kamu temukan dengan mudah di supermarket dalam kemasan karton atau botol besar. Walaupun tergolong sake biasa, tetapi tetap enak untuk dinikmati saat cuaca dingin. Kalau kamu baru mau mencoba tanpa ingin merogoh kocek dalam, Futsu-shu adalah pilihan yang aman.

2. Junmai

ilustrasi sake (unsplash.com/Frederick Shaw)

Nah, kalau kamu mencari kemurnian, Junmai adalah jawabannya. Kata "Junmai" secara harfiah berarti "beras murni". Artinya, sake ini dibuat hanya dari empat bahan yakni beras, air, ragi, dan koji (jamur fermentasi). Tidak ada tambahan alkohol, gula, atau zat lain sama sekali.

Secara karakter, Junmai cenderung memiliki rasa yang bold, kaya akan rasa beras (umami), dan sedikit lebih asam. Teksturnya biasanya lebih kental di lidah. Sake jenis ini sangat cocok kamu santap bersama makanan berat seperti daging panggang atau masakan berlemak lainnya.

3. Honjozo

ilustrasi sake (unsplash.com/Xtra, Inc.)

Berbeda dengan Junmai, Honjozo adalah jenis sake yang mendapatkan sedikit tambahan alkohol distilasi di akhir proses pembuatannya. Eits, jangan salah sangka dulu! Penambahan alkohol ini bukan untuk bikin cepat mabuk, melainkan untuk memperingan tekstur dan mengeluarkan aroma yang lebih halus.

Tingkat pemolesan beras untuk Honjozo minimal harus mencapai 70 persen (30 persen bagian luar beras dibuang). Hasilnya? Sake yang terasa ringan, bersih, dan sangat mudah diminum. Honjozo adalah pilihan yang tepat kalau kamu tidak suka minuman yang terlalu "berat" di tenggorokan.

4. Ginjo

ilustrasi sake (pexels.com/Dee Onederer)

Ingin naik kelas ke level premium? Kamu harus coba Ginjo. Sake ini melalui proses fermentasi yang lebih lama dengan suhu rendah. Syarat mutlaknya adalah tingkat pemolesan beras minimal 60 persen.

Hasil dari proses yang rumit ini adalah sake dengan aroma buah (fruity) dan bunga (floral) yang sangat kuat. Kamu mungkin akan mencium aroma apel, pir, atau melon saat menyesapnya. Karena aromanya yang elegan, Ginjo sebaiknya kamu nikmati dalam keadaan dingin agar kesegarannya tetap terjaga.

5. Daiginjo

ilustrasi sake (pexels.com/makafood)

Ini dia kasta tertinggi dalam dunia sake premium. Daiginjo dianggap sebagai karya seni dari seorang pengrajin sake (Toji). Untuk membuat Daiginjo, beras harus dipoles hingga minimal 50 persen, bahkan banyak produsen yang memolesnya hingga tersisa 20 persen bagian inti beras saja.

Prosesnya sangat teliti dan seringkali masih menggunakan metode manual yang tradisional. Rasanya sangat halus, kompleks, dan aromanya sangat harum. Karena statusnya sebagai sake super premium, Daiginjo biasanya dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Cocok banget untuk kado atau merayakan momen istimewa.

6. Junmai ginjo dan junmai daiginjo

ilustrasi sake (pexels.com/Miguel González)

Mungkin kamu sering melihat label Junmai Ginjo dan Junmai Daiginjo di botol sake. Ini adalah kombinasi dari klasifikasi yang sudah kita bahas tadi.

  • Junmai Ginjo: Sake murni tanpa tambahan alkohol dengan pemolesan beras 60 persen.

  • Junmai Daiginjo: Sake murni tanpa tambahan alkohol dengan pemolesan beras 50 persen atau lebih rendah lagi.

Kedua jenis ini sering dianggap sebagai "puncak" dari segala jenis sake karena menggabungkan kemurnian bahan Junmai dengan kehalusan aroma Ginjo atau Daiginjo. Kalau kamu ingin merasakan pengalaman minum sake yang paling autentik dan berkualitas, carilah botol dengan label ini.

Memahami jenis-jenis sake akan membuat pengalaman makanmu jadi lebih seru karena kamu bisa melakukan pairing yang tepat dengan makanan yang dipesan. Apakah kamu tertarik untuk mencoba salah satu dari jenis sake premium di atas atau mungkin kamu punya merk sake favorit?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team