Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Bubur Asyura, Sajian Khas Bulan Syura yang Sarat Makna
Ilustrasi bubur (pexels.com/Dee Dave)

Bulan Muharram atau yang kerap disebut bulan Syura punya makna istimewa bagi umat Islam. Selain dikenal sebagai salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah, Muharram juga lekat dengan berbagai tradisi yang masih dijaga hingga sekarang.

Salah satu tradisi yang cukup populer di sejumlah daerah Indonesia adalah membuat bubur Asyura. Kuliner khas ini biasanya hadir menjelang atau tepat pada 10 Muharram, bertepatan dengan hari Asyura. Namun, bubur Asyura bukan sekadar makanan biasa. Di balik semangkuk bubur hangat ini, ada nilai kebersamaan, rasa syukur, dan semangat berbagi yang begitu kuat. Berikut beberapa fakta menarik tentang bubur Asyura.

1. Bubur Asyura identik dengan peringatan 10 Muharram

Ilustrasi bubur (pexels.com/Dee Dave)

Nama bubur Asyura berasal dari kata “Asyura” yang merujuk pada hari ke-10 bulan Muharram. Karena itu, tradisi memasak bubur ini biasanya dilakukan menjelang atau tepat pada 10 Muharram.

Di banyak daerah, bubur Asyura menjadi bagian dari tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat. Momen ini juga kerap diisi dengan doa bersama dan kegiatan berbagi makanan kepada warga sekitar.

2. Setiap daerah punya versi bubur Asyura yang berbeda

Ilustrasi bubur (pexels.com/Noval Gani)

Menariknya, bubur Asyura di Indonesia punya banyak variasi. Setiap daerah memiliki resep dan cita rasa yang berbeda. Di Aceh, bubur Asyura biasanya dibuat dengan campuran beras, santan, rempah-rempah, daging, dan sayuran.

Sementara di Kalimantan Selatan, bubur Asyura dikenal dengan cita rasa gurih yang kaya rempah. Ada juga daerah yang membuatnya dengan sentuhan rasa manis. Keragaman ini menunjukkan betapa kayanya tradisi kuliner Nusantara.

3. Proses memasaknya sering dilakukan secara gotong royong

Ilustrasi bubur (pexels.com/Noval Gani)

Salah satu hal paling khas dari bubur Asyura adalah proses pembuatannya yang jarang dilakukan sendirian. Di banyak daerah, warga biasanya memasak bubur Asyura bersama-sama dalam jumlah besar.

Mulai dari menyiapkan bahan, mengaduk bubur, hingga membagikannya kepada masyarakat dilakukan secara gotong royong. Tradisi ini menjadi momen yang mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjaga kebersamaan di lingkungan sekitar.

4. Bubur Asyura melambangkan rasa syukur dan kebersamaan

Ilustrasi bubur (pexels.com/Noval Gani)

Bubur Asyura bukan hanya tentang makanan, tetapi juga sarat dengan makna simbolis. Banyak masyarakat memaknai tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Selain itu, tradisi membagikan bubur kepada tetangga atau warga sekitar juga mencerminkan semangat berbagi dan mempererat silaturahmi. Nilai-nilai inilah yang membuat tradisi bubur Asyura tetap bertahan dari generasi ke generasi.

5. Tradisi ini tetap lestari di tengah modernisasi

Ilustrasi bubur (pexels.com/Nda Arsa)

Di tengah perubahan zaman dan gaya hidup yang semakin modern, tradisi bubur Asyura masih terus bertahan di berbagai daerah Indonesia. Setiap tahun, masyarakat tetap antusias menjaga tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus bentuk syiar kebaikan. Kehadiran bubur Asyura pun menjadi pengingat bahwa tradisi sederhana bisa menyimpan makna yang begitu dalam.

Bubur Asyura bukan sekadar sajian khas bulan Syura, tetapi juga simbol kebersamaan, syukur, dan semangat berbagi. Di balik proses memasaknya yang sederhana, tersimpan nilai-nilai yang masih relevan hingga sekarang.

Tradisi ini membuktikan bahwa makanan tak hanya soal rasa, tetapi juga bisa menjadi medium untuk merawat budaya, mempererat hubungan sosial, dan menebarkan kebaikan kepada sesama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article