Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret umbi-umbian
Potret umbi-umbian (pexels.com/Daniel Dan)

Intinya sih...

  • Singkong kukus: Umbi padat yang empuk dan gurih, cocok sebagai camilan atau pengganti nasi.

  • Ubi jalar kukus: Kaya serat dan antioksidan, menjadi camilan sehat tanpa tambahan gula.

  • Talas kukus: Mengenyangkan, mudah diolah, bisa dinikmati dengan atau tanpa tambahan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Polo pendem merupakan istilah dalam budaya Jawa yang merujuk pada berbagai bahan pangan yang tumbuh di dalam tanah atau berasal dari hasil kebun, seperti umbi-umbian dan tanaman berpati. Sejak dulu, bahan-bahan ini kerap diolah dengan cara dikukus, karena dinilai praktis, hemat, dan mampu mempertahankan rasa serta kandungan gizinya.

Menu kukusan polo pendem masih banyak dijumpai sebagai sajian rumahan, camilan sore, hingga menu pengganjal lapar di sela aktivitas. Selain mengenyangkan, olahan ini juga minim proses, sehingga cocok bagi mereka yang ingin menyantap makanan sederhana tanpa banyak tambahan lemak.

Berikut beberapa menu kukusan polo pendem yang populer dan tetap relevan hingga saat ini! Kamu bisa menghadirkannya sebagai bagian dari menu sehari-hari yang sehat.

1. Singkong kukus

Singkong kukus menjadi salah satu menu polo pendem paling umum di berbagai daerah. Umbi ini memiliki tekstur padat yang berubah menjadi empuk dan merekah setelah dikukus dengan sempurna.

Singkong biasanya dikukus hingga matang, lalu bisa langsung disajikan. Namun, ada juga yang menyantapnya dengan taburan kelapa parut atau sedikit garam untuk menambah rasa. Rasanya yang gurih alami membuat singkong kukus cocok dinikmati sebagai camilan maupun pengganti nasi dalam porsi ringan.

2. Ubi jalar kukus

Potret ubi kukus (vecteezy.com/Natthapon Ngamnithiporn)

Ubi jalar dikenal dengan rasa manis alaminya, serta warna yang beragam, seperti oranye, kuning, hingga ungu. Selain mengenyangkan, ubi jalar juga kaya serat, vitamin A, dan antioksidan.

Ubi jalar cukup dikukus hingga teksturnya lembut. Tanpa tambahan gula atau topping, ubi kukus sudah terasa nikmat dan sering dijadikan camilan sehat, terutama bagi mereka yang sedang mengurangi konsumsi makanan manis buatan.

3. Talas kukus

Talas memiliki cita rasa khas dengan tekstur lembut dan sedikit legit setelah dikukus. Umbi ini cukup populer sebagai bahan kudapan tradisional, karena mengenyangkan dan mudah diolah. Talas kukus biasanya disajikan dengan kelapa parut atau sedikit garam. Namun, talas juga bisa dinikmati tanpa tambahan apa pun untuk mempertahankan rasa alaminya yang sederhana.

4. Kentang kukus

Potret kentang kukus (pixabay.com/Rita E)

Kentang termasuk jenis polo pendem yang fleksibel dan mudah dikombinasikan dengan berbagai hidangan. Dengan cara dikukus, kentang menjadi pilihan karbohidrat yang lebih ringan dibandingkan olahan goreng.

Kentang kukus kerap dijadikan pendamping lauk, bahan salad, atau camilan sehat. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang netral membuat kentang mudah diterima semua usia, termasuk anak kecil dan orang lanjut usia.

5. Uwi kukus

Uwi merupakan umbi tradisional yang kini mulai jarang ditemui. Padahal, rasa uwi manis dengan tekstur lembut dan pulen ketika dikukus. Uwi kukus biasanya disajikan sebagai kudapan rumahan atau pelengkap menu tradisional. Pengolahannya yang sederhana membuat rasa khas uwi tetap terjaga tanpa perlu banyak bumbu.

6. Pisang kukus

Potret pisang matang (pexels.com/SHVETS production)

Selain umbi-umbian, pisang juga kerap masuk kategori polo pendem dalam sajian tradisional. Tekstur pisang kukus lembut dengan rasa manis alami yang tidak berlebihan.

Jenis pisang seperti pisang kepok atau pisang raja sering dipilih, karena tidak mudah hancur saat dikukus. Pisang kukus cocok disantap sebagai camilan hangat dan kerap menjadi alternatif kudapan yang lebih sehat dibandingkan pisang goreng.

7. Waluh kukus

Waluh atau labu kuning dikenal dengan rasa manis ringan, serta tekstur lembut setelah dimasak. Meski dikukus tanpa tambahan gula, labu kuning tetap menghadirkan cita rasa yang nikmat. Labu kuning kukus sering disantap sebagai camilan atau pelengkap menu utama. Selain mengenyangkan, kandungan vitamin dan seratnya sangat baik untuk pencernaan.

8. Jagung kukus

Potret jagung kukus (pexels.com/Natalia S)

Jagung menjadi salah satu bahan pangan yang kerap dikukus, karena praktis dan rasanya manis-gurih. Rasa jagung kukus terbilang manis alami, serta tekstur renyah yang khas.

Menu ini sering dijadikan camilan sore atau teman minum teh. Selain itu, jagung kukus juga cukup mengenyangkan dan dapat menjadi sumber karbohidrat alternatif selain nasi.

Sedikit tips, agar hasil kukusan polo pendem sempurna, pastikan bahan-bahan telah dicuci bersih dan dipotong dengan ukuran yang seragam. Kemudian, kukus menggunakan api sedang hingga teksturnya empuk dan mudah ditusuk. Hindari mengukus terlalu lama, agar tidak terlalu lembek dan kehilangan rasa alaminya.

Itu dia beberapa menu kukusan polo pendem yang tak pernah kehilangan daya tariknya hingga zaman modern seperti sekarang. Kalau kamu paling suka menu polo pendem yang mana, nih?

Editorial Team