Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret pisang goreng
Potret pisang goreng (vecteezy.com/topntp26)

Pisang goreng termasuk kudapan yang sering dijumpai di berbagai acara. Rasanya manis gurih yang cocok sebagai pendamping minum teh atau kopi. Selain itu, pisang goreng mudah dibuat dan dikreasikan menjadikannya disukai banyak kalangan.

Pernahkah kamu membuat pisang goreng, tetapi hasilnya justru keras dan kurang renyah? Meskipun tampak mudah, ternyata hal sepele bisa memengaruhi tekstur pisang goreng, lho. Lantas, apa saja yang membuat pisang goreng jadi keras? Yuk, cari tahu dari penjelasan di bawah ini, sekaligus solusinya!

1. Jenis pisang yang digunakan

Pemilihan jenis pisang cukup penting untuk menentukan teksturnya setelah digoreng. Sebab, tidak semua jenis pisang cocok dimasak dengan cara digoreng. Sebaiknya, gunakan jenis pisang bertekstur agak padat dan gak mudah lembek saat digoreng, seperti pisang tanduk dan kepok. 

Setelah menentukan jenisnya, pilih pisang dengan tingkat kematangan yang tepat. Pisang yang terlalu matang memang manis, tetapi teksturnya akan lembek. Sedangkan, pisang yang masih muda akan keras, alot, dan tidak manis.

2. Tepung yang tidak tepat

Potret tepung (pexels.com/cristian-rojas)

Pisang kerap dilapisi adonan tepung sebelum digoreng. Cara ini bertujuan untuk memberikan kulit pisang goreng yang renyah. Sedangkan, bagian pisang goreng tetap empuk dan tidak lembek.

Adonan lapisan luar yang hanya menggunakan tepung terigu akan membuat pisang goreng padat dan keras saat sudah dingin. Sebaiknya, kamu bisa membuat adonan dari campuran tepung terigu dan maizena atau tepung beras. Gunakan rasio 2:1 antara tepung terigu dan tepung beras.

3. Adonan terlalu kental

Setelah menggunakan jenis tepung yang sesuai, perhatikan pula tingkat konsistensinya. Adonan tepung yang terlalu kental juga bisa bikin pisang goreng keras. Oleh sebab itu, buatlah adonan yang agak encer untuk menghasilkan lapisan pisang yang tipis dan merata.

Caranya gampang, kamu bisa mencampurkan tepung dengan bahan cair berupa air, susu cair, atau santan. Jika terlalu kental, maka tambahkan bahan cairnya. Sebaliknya, kalau terlalu encer, tinggal tambahkan tepung atau bahan padatnya dan pastikan tidak ada yang menggumpal.

4. Terlalu banyak menggunakan gula dan baking powder

Potret gula pasir (pexels.com/towfiqu-barbhuiya)

Gula dan baking powder menjadi bahan tambahan untuk menambah cita rasanya, serta kerenyahan pisang goreng. Gula memang bisa menambah rasa manis, tetapi akan menjadi karamel saat terkena panas. Jika adonan terlalu banyak mengandung gula, maka pisang goreng akan menjadi cepat gosong, keras, dan tidak renyah.

Penambahan baking powder dengan takaran yang pas dapat memberikan efek mengembang dan renyah pada lapisan luar. Sayangnya, penggunaan baking powder yang terlalu banyak dapat membuat pisang goreng jadi pahit. Selain itu, lapisan luarnya akan keras saat sudah dingin.

5. Langsung digoreng setelah dibuat

Ketika semua bahan sudah siap, saatnya menggoreng pisang. Namun, pastikan adonan yang akan digunakan sudah didiamkan sekitar 10-15 menit sebelum pisang dicelupkan dan digoreng. Cara ini akan membuat bahan menyatu dan tercampur sempurna.

Menggoreng adonan yang baru saja dicampur dapat membuat hasilnya kurang maksimal. Selain itu, kamu bisa membuatnya tidak tercampur rata dan menghasilkan pisang goreng yang keras.

6. Minyak goreng kurang atau terlalu panas

Potret orang menggoreng pisang (commons.wikimedia.org/Midori)

Selain adonan dan jenis pisang, suhu minyak juga dapat memengaruhi tekstur pisang goreng. Suhu minyak goreng yang tidak stabil dapat menjadi penyebab utama pisang goreng keras. Minyak yang belum cukup panas dapat membuat pisang goreng terlalu banyak menyerap minyak.

Sebaliknya, minyak yang terlalu panas akan membuat pisang goreng tidak matang sempurna. Bagian dalamnya belum matang, sementara bagian luarnya akan mudah gosong. Jadi, gunakan api sedang dan pastikan suhu minyak stabil saat menggoreng pisang.

7. Pisang digoreng terlalu lama

Satu lagi yang menyebabkan pisang goreng keras, yakni durasi menggorengnya terlalu lama. Hal ini kerap terjadi, karena takut pisang belum matang. Alhasil, pisang digoreng terus hingga kecokelatan dan hampir hangus, yang membuat teksturnya keras, serta rasanya agak pahit.

Idealnya, kamu hanya perlu menggoreng pisang selama 3-5 menit. Tentu dengan catatan bahwa besar kecilnya api dan suhu minyak stabil. Setelah itu, cukup goreng pisang hingga kuning keemasan dan segera diangkat setelah matang, agar teksturnya tetap empuk di dalam dan renyah di luar.

Wah, ternyata cukup banyak hal sepele yang bisa bikin pisang goreng keras dan tidak renyah. Pemilihan jenis pisang hingga suhu minyak yang stabil patut diperhatikan. Jadi, perhatikan tujuh hal tersebut, ya!

Editorial Team