Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pepaya California, Bahan Pangan Lokal yang Sering Dikira Produk Luar Negeri
ilustrasi pepaya california (pexels.com/Noemí Jiménez)
  • Pepaya California merupakan varietas lokal Indonesia hasil riset pemuliaan IPB selama tujuh tahun, dikenal sebagai IPB-9 dengan daging tebal, rasa manis, dan daya simpan lebih lama.
  • Nama aslinya adalah Callina, akronim California-Indonesia. Nama California kemudian dipakai karena lebih mudah diterima pasar dan memberi kesan produk impor.
  • Pohon pepaya California berukuran pendek, menghasilkan 25–30 buah per panen, serta dapat dipanen sejak usia 7–9 bulan; buahnya mengandung vitamin dan enzim pendukung kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pepaya california tentu bukanlah buah yang asing bagi banyak orang. Memiliki ukuran yang lebih kecil, buah berwarna oranye kekuningan ini sangat mudah ditemukan, baik di kios buah, supermarket, hingga lapak pedagang kaki lima di pinggir jalan. Pepaya california sendiri menawarkan rasa lebih manis serta aroma segar yang tidak terlalu menyengat.

Banyak yang mengira pepaya california didatangkan dari California, Amerika Serikat. Padahal, pepaya ini merupakan buah lokal asli Indonesia hasil riset ilmuwan Institut Pertanian Bogor (IPB) dari mengumpulkan dan menyilangkan bibit-bibit unggul selama 7 tahun. Yuk, temukan fakta pepaya california lainnya dalam artikel berikut!

1. Hasil pengembangan Ilmuwan IPB

ilustrasi pepaya california (pexels.com/Pranjall Kumar)

Pepaya california merupakan hasil penelitian pemuliaan tanaman oleh Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, M.S., seorang Ilmuwan dari Pusat Kajian Buah Tropika di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dimulai pada tahun 2001, Prof. Sriani bersama tim melakukan riset untuk menghasilkan varietas pepaya unggul selama 7 tahun. Mereka mengumpulkan dan menyilangkan berbagai bibit pepaya terbaik dari berbagai daerah di Indonesia hingga akhirnya melahirkan pepaya IPB-9 atau biasa disebut California yang memiliki daging tebal, rasa manis, dan daya simpan yang lebih lama dibandingkan pepaya biasa.

Tak hanya pepaya California, riset yang dilakukan Prof. Sriani dan tim tersebut juga berhasil menemukan beberapa varietas pepaya unggul lainnya. Adapun varietas tersebut di antaranya yaitu pepaya arum, pepaya prima, pepaya carisya, dan pepaya sukma. Semuanya memiliki keunggulan tersendiri, baik dari segi rasa, ukuran buah, ketahanan terhadap hama, maupun umur panen.

2. Memiliki nama asli pepaya callina

ilustrasi pepaya california (pexels.com/Marcelo Lemes)

Saat pertama kali ditemukan, pepaya california diberi nama pepaya callina. Nama tersebut diambil dari akronim "California-Indonesia" yang merujuk pada asal muasal bibit unggulnya, di mana salah satu bibit pengembangannya diambil dari kebun warga lokal yang diklaim berasal dari California, Amerika Serikat.

Setelah temuan varietas pepaya ini diresmikan, nama callina ternyata kurang laku di pasaran. Nama tersebut dianggap asing dan sulit diingat oleh konsumen awam. Demi memikat konsumen, nama california sengaja digunakan untuk memberikan kesan bahwa buah tersebut merupakan produk impor yang mewah dan berkelas.

3. Karakteristik pohon dan buah pepaya california

ilustrasi pohon pepaya (pexels.com/thAnh nguyễn)

Pohon pepaya california relatif pendek atau kerdil, yakni hanya berkisar 1,5 hingga 2 meter saja. Daunnya menyerupai bentuk telapak tangan berwarna hijau dengan ruas pelepah batang yang juga pendek. Pohon pepaya ini mampu menghasilkan sekitar 25-30 buah dalam satu kali masa panen.

Ukuran buah pepaya california ini tidak terlalu besar, yaitu sekitar 0,8 hingga 2 kg per buah. Saat masih muda, kulitnya berwarna hijau cerah dan akan berubah menjadi kuning jingga ketika matang. Daging buahnya tebal, terasa manis, dengan aroma khas pepaya yang tidak terlalu menyengat

4. Cara budidaya pepaya california

ilustrasi panen pepaya (pexels.com/M. Noor TM)
  • Penyemaian biji

Tanaman pepaya california diperbanyak secara generatif menggunakan biji buah matang dan sehat. Biji-biji tersebut harus direndam terlebih dahulu semalaman untuk merangsang akar. Setelah itu, pilih biji-biji yang tenggelam dan peram dalam kertas koran atau kain basah selama semingguan. Selanjutnya, semai di polybag atau tray semai dengan kedalaman sekitar 0,5-1 cm hingga berumur 1 hingga 1,5 bulan.

  • Persiapan lahan dan penanaman

Bersihkan lahan dari bebatuan, gulma dan sisa-sisa tanaman lainnya. Selanjutnya, buatlah bedengan atau galangan dengan panjang yang sudah disesuaikan dengan kondisi lahan. Jangan lupa buat juga lubang tanam yang dan berikan pupuk kandang atau kompos agar tanah makin subur.

Setelah persiapan lahan selesai, lanjut ke proses penanaman. Pindahkan bibit yang sudah berumur 1 hingga 1,5 bulan dari polybag atau tray semai ke lubang tanam. Proses ini disarankan dilakukan pada sore hari agar bibit tidak mudah stres akibat terik matahari.

  • Pemeliharaan tanaman

Sebenarnya, perawatan pepaya california sama dengan tanaman lainnya. Kamu harus menjaga kelembaban tanah dengan cara membersihkan rumput atau gulma di sekitar tanaman secara berkala, khususnya pada 3 bulan pertama. Selain itu, pemupukan juga harus secara rutin dilakukan untuk pembungaan dan pembuahan maksimal.

  • Panen dan pasca panen

Buah pepaya california dapat dipanen saat tanaman berusia 7 hingga 9 bulan setelah tanam. Pepaya yang siap panen ditandai dengan munculnya garis atau semburat warna kuning pada kulit buah. Selanjutnya, panen dapat dilakukan secara berkala setiap 7–10 hari sekali.

5. Manfaat pepaya california bagi kesehatan

ilustrasi pepaya california (pexels.com/Any Lane)

Berikut adalah beberapa manfaat pepaya california bagi kesehatan tubuh:

  • Melancarkan pencernaan dan mengurangi peradangan

Buah pepaya, termasuk jenis california mengandung enzim papain dan chymopapain. Kedua enzim tersebut berfungsi memecah protein agar mudah diserap oleh tubuh sehingga bisa membantu melancarkan buang air besar. Selain itu, kedua enzim tersebut juga dapat meredakan nyeri akut, seperti luka bakar atau memar.

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Buah pepaya mengandung vitamin A dan C yang cukup tinggi. Kedua vitamin tersebut mampu menjadi benteng pertahanan tubuh untuk memproduksi sel darah putih, sehingga tubuh lebih kebal terhadap infeksi bakteri dan virus.

  • Menjaga kesehatan jantung

Tak berhenti di situ, pepaya california juga bisa menjaga kesehatan jantung, lho. Vitamin A, vitamin C, dan Vitamin E dalam pepaya bisa mencegah proses oksidasi kolesterol dalam pembuluh darah. Dengan rutin mengonsumsi pepaya maka risiko penyakit jantung juga akan berkurang.

  • Menjaga kesehatan mata

Daging buah yang berwarna jingga cerah menandakan bahwa pepaya california kaya akan beta-karoten (provitamin A), lutein, dan zeaxanthin. Kandungan tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan retina dan membantu menurunkan risiko gangguan penglihatan terkait usia, seperti degenerasi makula.

  • Menyehatkan dan mencerahkan kulit

Vitamin C di dalam pepaya california berperan dalam membantu produksi kolagen, yaitu protein yang menjaga kulit tetap kencang dan awet muda. Sementaara kandungan likopennya mampu melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV matahari.

Di balik rasanya yang manis, ternyata pepaya california menyimpan banyak fakta yang menarik. Meski sering dikira sebagai produk impor, buah unggulan ini justru merupakan hasil karya anak bangsa yang patut dibanggakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article