Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tips Menyimpan Daging Sapi dan Terhindar dari Freezer Burn
Potret daging sapi beku (pixabay.com/kropekk_pl)

Menyimpan stok daging sapi di dalam freezer memang menjadi solusi paling praktis untuk menjaganya tetap awet dalam jangka panjang. Namun, pernahkah kamu mendapati daging sapi bekumu berubah warna menjadi cokelat keabu-abuan, permukaannya mengering, dan dipenuhi kristal es yang tebal saat hendak dimasak?

Jika iya, itu tandanya daging sapimu mengalami freezer burn, yakni kehilangan kelembapannya atau bahkan rusak akibat terpapar suhu yang terlalu dingin. Meskipun daging sapi yang mengalami freezer burn masih aman untuk dikonsumsi, kualitasnya cenderung telah menurun dengan sangat drastis. Akibatnya, tekstur daging menjadi sangat alot dan kering, serta daging kehilangan rasa gurih alaminya setelah dimasak.

Nah, supaya hal itu tidak terjadi dan hasil masakanmu tetap enak maksimal, simak tips agar daging sapi tidak mengalami freezer burn berikut ini, yuk!

1. Potong daging menjadi porsi kecil untuk sekali masak

Potret potongan daging sapi segar (unsplash.com/Usman Yousaf)

Langkah pertama untuk melindungi daging sapi dari freezer burn adalah memotong atau membagi daging tersebut menjadi porsi kecil untuk sekali masak. Jika kamu membekukan daging dalam wujud satu gelondongan besar, lalu mencairkannya secara berulang-ulang, maka daging bisa cepat rusak.

Setiap kali daging dikeluarkan dari freezer dan terpapar suhu ruang, kristal es akan mencair dan kelembapan alami daging akan ikut keluar. Ketika daging dimasukkan kembali ke freezer, sisa kelembapan akan membeku dan menjadi kristal es. Hal ini dapat mempercepat pembusukan sel daging. Ditambah lagi kamu tidak menutup daging dengan rapat, sehingga terkena freezer burn.

Sebelum dibekukan, potong-potong daging sapi yang baru dibeli menjadi beberapa bagian sesuai dengan takaran porsi sekali masak. Misalnya, bagi daging menjadi porsi 250 gram atau 500 gram untuk satu kali konsumsi. Dengan cara ini, kamu hanya perlu mengambil satu porsi daging yang dibutuhkan tanpa perlu mengganggu kestabilan suhu porsi daging sapi lainnya yang masih tersimpan di dalam freezer.

2. Bungkus daging dengan dua lapis pembungkus

Potret makanan dimasukkan ke dalam plastik ziplock (pexels.com/Kaboompics.com)

Langkah kedua dan paling krusial untuk melindungi daging sapi dari freezer burn adalah memastikan tidak ada udara dingin yang menyentuh permukaan daging secara langsung. Kamu bisa membungkus daging sapi segar dengan rapat menggunakan plastic wrap atau plastik lain yang food grade. Pastikan kamu membungkusnya dengan erat dan tidak ada udara yang terjebak di dalamnya.

Setelah lapisan pertama terpasang dengan rapat, masukkan daging sapi tersebut ke dalam ziplock bag atau wadah kedap udara lainnya sebagai lapisan perlindungan kedua. Dalam proses ini, kamu juga harus memastikan tidak ada udara yang masih terperangkap di dalam wadah.

3. Jaga kestabilan suhu freezer

Potret menyimpan daging sapi di dalam freezer (unsplash.com/S. Laiba Ali )

Kondisi freezer burn juga bisa terjadi apabila suhu di dalam freezer sering naik-turun atau tidak stabil. Saat pintu freezer dibuka terlalu lama, udara hangat dari luar akan masuk dan mencairkan sebagian kecil kristal es pada permukaan daging. Begitu pintu ditutup kembali, air tersebut membeku lagi menjadi kristal es yang lebih besar dan menyerap kelembapan dari dalam serat daging sapi.

Tips utama untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengatur suhu freezer secara konstan pada angka minus 18 derajat Celsius atau bahkan lebih rendah lagi. Kamu juga tidak boleh terlalu lama membiarkan pintu freezer terbuka saat sedang menata atau mencari bahan makanan yang dibutuhkan.

Nah, itu dia beberapa tips menyimpan daging sapi di freezer, agar tidak mengalami freezer burn. Selamat mempraktikkan tips-tips di atas, agar dagingmu lebih awet tahan lama tanpa menurunkan kualitasnya.

Editorial Team

Related Article