Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi brokoli (unsplash.com/Louis Hansel)
ilustrasi brokoli (unsplash.com/Louis Hansel)

Intinya sih...

  • Pilih sayuran segar dan berkualitas

  • Gunakan air mendidih yang cukup

  • Perhatikan waktu blanching sesuai jenis sayuran

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Blanching atau blansir merupakan teknik memasak singkat dengan cara merebus sayuran dalam air mendidih, lalu segera menghentikan proses pemasakan dengan menggunakan air es. Metode ini sering digunakan untuk memastikan warna, tekstur, dan kandungan gizi sayuran sebelum nantinya disimpan atau bahkan diolah lebih lanjut.

Proses blanching yang tepat bisa membantu untuk mempertahankan vitamin yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C dan beberapa vitamin B. Oleh sebab itu, memahami teknik dan tips melakukan blanching berikut ini ternyata merupakan langkah penting agar sayuran tetap dalam kondisi segar dan bernutrisi.

1. Pilih sayuran yang masih segar dan berkualitas

ilustrasi bayam (unsplash.com/Louis Hansel)

Kualitas dari hasil blanching ternyata sangat ditentukan oleh kondisi awal sayuran yang digunakan, sehingga memilih sayuran yang masih segar dan tidak layu tentu menjadi langkah penting. Sayuran yang terlalu lama disimpan biasanya akan kehilangan sebagian besar nutrisinya, sehingga hasil akhirnya pun tidak akan maksimal, walau teknik blanching sudah dilakukan dengan benar.

Pastikan bahwa sayuran dicuci dengan bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran, sisa zat pestisida, hingga mikroorganisme yang menempel di permukaan. Proses pembersihan yang menyeluruh akan membantu memastikan keamanan pangan, sekaligus mencegah risiko kontaminasi pada saat sayuran dimasukkan ke dalam air mendidih.

2. Gunakan air yang cukup dan sudah benar-benar mendidih

ilustrasi merebus (unsplash.com/Joe Pregadio)

Jumlah air yang digunakan harus cukup banyak agar suhunya tidak turun secara signifikan pada saat sayuran dimasukkan. Air yang sudah benar-benar mendidih tentu akan membantu mengunci warna alami sayuran, serta mempercepat inaktivasi enzim yang dapat merusak kualitasnya.

Sebaiknya hindari memasukkan sayuran dalam jumlah yang terlalu banyak sekaligus karena bisa menurunkan suhu air secara signifikan dan membuat hasil blanching menjadi tidak konsisten. Dengan membagi sayuran dalam beberapa tahap, maka kamu bisa memastikan bahwa setiap bagian memperoleh panas yang optimal tanpa berpotensi kehilangan tekstur renyahnya.

3. Perhatikan waktu blanching sesuai jenis sayuran

ilustrasi wortel (pexels.com/Pixabay)

Setiap jenis sayuran memiliki waktu blanching yang berbeda-beda, tergantung pada tekstur dan ketebalannya. Sayuran berdaun hijau biasanya memerlukan waktu yang lebih singkat jika dibandingkan sayuran keras, seperti wortel atau bahkan buncis.

Jika proses blanchingnya terlalu lama, maka Vitamin yang larut di dalam air pun akan berkurang secara signifikan dan membuat tekstur sayurannya menjadi lebih lembek. Sebaliknya, waktu yang terlalu singkat bisa membuat enzim belum sepenuhnya terhenti, sehingga kualitas sayuran pun akan tetap menurun pada saat proses penyimpanan.

4. Segera hentikan proses dengan air es

ilustrasi es batu (unsplash.com/Aman Krishna)

Setelah waktu blanching tercapai, maka cairan harus segera dipindahkan ke dalam wadah yang berisi air es untuk menghentikan proses pemasakannya. Teknik ini dikenal sebagai shock cooling dan berfungsi untuk menjaga warna cerah dan mempertahankan kerenyahan tekstur sayuran yang ada di dalamnya.

Perendaman di dalam air es juga dapat membantu mempertahankan kandungan nutrisi yang sensitif terhadap panas dan juga mencegah risiko paparan suhu tinggi yang berkepanjangan. Pastikan sayuran benar-benar dingin sebelum ditiriskan agar proses pemasakan yang tidak sampai berlanjut secara residual.

5. Tiriskan dan simpan dengan cara yang tepat

ilustrasi brokoli (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Setelah proses pendinginan selesai, maka sayuran harus ditiriskan hingga benar-benar kering agar tidak sampai ada sisa air yang dapat memicu pembentukan kristal es. Kelembaban berlebih bisa merusak struktur sel sayuran dan menurunkan kualitas tekstur pada saat akan dimasak kembali.

Simpan sayuran dalam wadah kedap udara atau kantong khusus dengan mengeluarkan udara sebanyak mungkin sebelum nantinya ditutup dengan rapat. Penyimpanan yang tepat akan membantu memastikan kesegaran, mencegah risiko kontaminasi silang, hingga mempertahankan kandungan nutrisinya lebih lama.

Blanching yang dilakukan dengan teknik tepat untuk bisa membantu memastikan kesegaran warna dan kandungan nutrisinya. Dengan memilih bahan-bahan segar dan mengolahnya dengan cara yang tepat, maka kamu bisa menghasilkan sayuran yang lezat dan bernilai gizi tinggi. Teknik blanching bisa memastikan sayuran yang kamu olah tetap segar dan memiliki nutrisi yang terjaga dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian