Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kebiasaan Penting Mengolah Ayam Mentah agar Terhindar dari Keracunan
ilustrasi masak daging ayam (freepik.com/valeria_aksakova)
  • Artikel menekankan pentingnya menjaga suhu ayam tetap dingin sejak pembelian hingga penyimpanan agar bakteri seperti Salmonella tidak berkembang dan kualitas daging tetap aman dikonsumsi.
  • Dijelaskan cara mencairkan ayam beku yang benar, yaitu di dalam kulkas, serta peringatan bahwa proses pembekuan tidak membunuh bakteri sehingga kebersihan tetap harus dijaga.
  • Ditekankan pencegahan kontaminasi silang di dapur dan memastikan ayam dimasak hingga suhu internal 74°C sebagai langkah utama mencegah keracunan makanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ayam jadi salah satu bahan makanan paling sering diolah di rumah karena praktis, enak, dan bisa diubah jadi banyak menu. Meski begitu, bahan satu ini juga termasuk yang paling gampang memicu keracunan makanan kalau ditangani sembarangan. Soalnya, ayam mentah bisa membawa bakteri seperti Salmonella yang cepat berkembang di suhu yang salah.

Kabar baiknya, kamu gak perlu langkah ribet untuk bikin proses masak jadi lebih aman. Cukup biasakan beberapa hal sederhana sejak beli, simpan, sampai memasaknya. Supaya dapur tetap higienis dan keluarga lebih tenang saat makan, yuk mulai terapkan lima kebiasaan penting berikut.

1. Simpan ayam tetap dingin sejak awal

ilustrasi daging ayam (freepik.com/freepik)

Kebiasaan pertama yang paling penting adalah memastikan ayam selalu berada dalam suhu dingin. Saat kamu beli di supermarket, pilihlah ayam yang masih terasa dingin saat disentuh dan usahakan jadi barang terakhir sebelum ke kasir. Cara ini membantu menjaga suhu ayam tetap stabil supaya bakteri gak cepat berkembang selama perjalanan pulang.

Sesampainya di rumah, langsung simpan ayam di kulkas dengan suhu maksimal 4°C atau lebih rendah. Kalau belum mau dimasak hari itu, lebih aman langsung masukkan freezer daripada membiarkannya terlalu lama di chiller. Menurut pedoman dari U.S. Department of Agriculture (USDA), lembaga pemerintah Amerika Serikat yang fokus pada keamanan pangan dan pertanian, ayam segar idealnya segera digunakan dalam dua hari agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.

Biar lebih akurat, kamu juga bisa pakai termometer kulkas. Soalnya angka 1 sampai 10 pada pengatur suhu belum tentu menunjukkan suhu sebenarnya. Dengan alat ini, kamu bisa memastikan suhu kulkas benar-benar aman untuk menyimpan bahan mentah.

2. Cairkan ayam beku dengan cara yang aman

ilustrasi daging ayam mentah (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Masih banyak orang punya kebiasaan mencairkan ayam beku di meja dapur. Padahal cara ini justru bikin bagian luar ayam cepat masuk ke suhu berbahaya, sementara bagian dalamnya masih beku. Kondisi itu bikin bakteri lebih mudah berkembang dan meningkatkan risiko keracunan.

Cara paling aman adalah memindahkannya dari freezer ke kulkas semalaman. Untuk potongan kecil seperti dada fillet, biasanya cukup satu malam, sementara ayam utuh bisa butuh satu sampai dua hari. Memang perlu sedikit perencanaan, tapi hasilnya jauh lebih aman bagi kesehatan.

USDA menjelaskan bahwa proses thawing paling ideal memang dilakukan di kulkas karena suhunya tetap stabil. Kalau kamu lupa mencairkan semalaman, ayam sebenarnya masih bisa langsung dimasak dari kondisi beku. Hanya saja waktu masaknya harus lebih lama supaya matang sampai ke bagian tengah.

3. Pahami bahwa membekukan ayam gak membunuh bakteri

Ilustrasi daging ayam beku (pixabay.com/ritae)

Banyak orang mengira ayam yang sudah dibekukan otomatis bebas bakteri. Faktanya, freezer hanya memperlambat aktivitas bakteri, bukan membunuhnya. Jadi saat ayam dicairkan, bakteri tersebut bisa kembali aktif dan berkembang kalau penanganannya salah.

Karena itu, jangan merasa terlalu santai hanya karena ayam baru keluar dari freezer, ya. Tetap perlakukan ayam beku dengan standar kebersihan yang sama seperti ayam segar. Setelah cair, sebaiknya langsung dimasak dalam waktu maksimal satu hari.

Hal penting lainnya, hindari membekukan ulang ayam yang sudah benar-benar cair. Proses beku-cair berulang bisa menurunkan kualitas daging sekaligus meningkatkan risiko kontaminasi. Kalau memang ragu gak akan dipakai cepat, lebih baik simpan dalam porsi kecil sejak awal supaya lebih praktis.

4. Hindari kontaminasi silang di dapur

ilustrasi mengiris sayuran di talenan (pexels.com/Kampus Production)

Salah satu penyebab keracunan yang sering gak disadari adalah kontaminasi silang. Ini terjadi saat cairan atau permukaan ayam mentah menyentuh makanan lain, terutama sayur lalap, buah, atau makanan matang. Misalnya kamu memotong ayam di talenan, lalu langsung memakai talenan yang sama untuk tomat tanpa dicuci.

Biasakan gunakan talenan dan pisau terpisah untuk bahan mentah dan bahan siap makan. Kalau belum punya dua set alat, cuci dulu dengan sabun dan air panas sebelum dipakai lagi. Kebiasaan kecil ini sangat efektif mencegah bakteri berpindah ke makanan lain.

Kontaminasi silang juga bisa terjadi di kulkas. Simpan ayam dalam wadah tertutup rapat dan letakkan di rak paling bawah supaya cairannya gak menetes ke bahan lain. Posisi ini juga membantu ayam tetap berada di area kulkas yang paling dingin.

5. Masak ayam sampai benar-benar matang

ilustrasi chicken steak (unsplash.com/Sam Moghadam)

Kebiasaan terakhir yang gak kalah penting adalah memastikan ayam matang sempurna. Bagian luar yang sudah kecokelatan belum tentu berarti bagian dalamnya aman dimakan, lho. Kadang bagian tengah masih berwarna merah muda, terutama pada potongan tebal seperti paha atau dada.

Cara terbaik adalah memasak ayam sampai suhu bagian dalam mencapai setidaknya 74°C. Kalau kamu sering masak ayam panggang, grilled chicken, atau chicken steak, food thermometer sangat membantu untuk memastikan tingkat kematangannya. Jadi kamu gak cuma mengandalkan perkiraan warna atau tekstur.

USDA juga menekankan bahwa memasak adalah satu-satunya cara yang benar-benar efektif membunuh patogen bawaan makanan pada ayam. Jadi meski ayam sudah disimpan dingin dan dicairkan dengan benar, proses memasak tetap jadi tahap penentu keamanan. Jangan buru-buru mengangkat ayam dari kompor kalau belum yakin matang sampai ke dalam, ya.

Mengolah ayam mentah dengan aman sebenarnya bukan hal sulit kalau kamu sudah terbiasa. Mulai dari menjaga suhu tetap dingin, mencairkan dengan benar, memahami fungsi freezer, mencegah kontaminasi silang, sampai memastikan ayam matang sempurna, semuanya punya peran besar dalam mencegah keracunan.

Kebiasaan sederhana ini gak hanya menjaga rasa masakan tetap enak, tapi juga melindungi kesehatan kamu dan orang rumah. Semakin sering kamu menerapkannya, proses masak jadi terasa otomatis dan lebih tenang. Jadi, mulai sekarang jangan cuma fokus pada resepnya aja ya, tapi pastikan cara mengolah ayamnya juga sudah benar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team