Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perkedel
ilustrasi perkedel (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Pilih jenis kentang yang tepat untuk hasil perkedel yang padat dan lembut

  • Kukus atau goreng kentang sampai kering agar adonan tidak mudah hancur saat digoreng

  • Haluskan kentang saat masih hangat dan tambahkan bahan pengikat alami selain telur untuk tekstur yang empuk dan nyaman

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perkedel kentang dikenal sebagai lauk sederhana yang selalu berhasil bikin makan jadi lebih nikmat. Teksturnya yang lembut di dalam dan renyah di luar membuat menu ini digemari banyak orang. Sayangnya, banyak resep masih mengandalkan telur agar adonan tidak mudah hancur saat digoreng.

Padahal, perkedel kentang tanpa telur tetap bisa menyatu dengan baik jika tekniknya tepat. Pemilihan bahan dan cara mengolah kentang memegang peran penting dalam menentukan hasil akhirnya. Kalau penasaran caranya, simak tips bikin perkedel kentang tanpa telur berikut ini agar hasilnya tetap kokoh, gurih, dan menggugah selera.

1. Pilih jenis kentang yang tepat

ilustrasi kentang (freepik.com/freepik)

Tidak semua jenis kentang cocok untuk perkedel tanpa telur. Kentang dengan kadar pati tinggi cenderung lebih kering dan mudah menyatu saat dihaluskan. Jenis kentang ini membantu adonan tetap padat meski tanpa tambahan telur.

Kentang bertekstur padat juga lebih mudah dibentuk dan tidak gampang retak. Saat digoreng, perkedel akan mempertahankan bentuknya dengan baik. Hasil akhirnya pun terasa lebih lembut di dalam tanpa mudah hancur.

2. Kukus atau goreng kentang sampai kering

ilustrasi merebus (freepik.com/pvproduction)

Kadar air berlebih adalah penyebab utama perkedel tanpa telur mudah hancur. Proses memasak kentang harus dilakukan hingga benar-benar matang dan kering. Kentang yang masih lembap akan membuat adonan sulit dipadatkan.

Menggoreng kentang sebentar sebelum dihaluskan bisa membantu mengurangi kandungan airnya. Jika memilih mengukus, pastikan kentang ditiriskan dan diuapkan terlebih dahulu. Langkah ini penting agar tekstur adonan tidak lembek.

3. Haluskan kentang saat masih hangat

ilustrasi menghaluskan kentang (freepik.com/jcomp)

Kentang sebaiknya dihaluskan ketika masih hangat, bukan setelah dingin. Suhu hangat membantu pati di dalam kentang saling mengikat dengan lebih baik. Hal ini membuat adonan terasa lebih lengket secara alami.

Menghaluskan kentang saat dingin justru membuat teksturnya rapuh. Adonan akan sulit dipadatkan dan mudah pecah saat digoreng. Karena itu, waktu mengolah kentang juga berpengaruh besar pada hasil akhir perkedel.

4. Tambahkan bahan pengikat alami selain telur

ilustrasi tepung (freepik.com/freepik)

Tanpa telur, adonan perkedel tetap bisa menyatu dengan bantuan bahan pengikat alami. Sedikit tepung tapioka, maizena, atau tepung terigu dapat membantu adonan lebih stabil. Penggunaan bahan ini sebaiknya secukupnya agar tidak mengubah rasa kentang.

Bahan pengikat berfungsi menyerap sisa kelembapan dan memperkuat struktur adonan. Dengan takaran yang tepat, perkedel akan tetap empuk dan tidak keras. Teksturnya pun tetap nyaman saat digigit.

5. Padatkan adonan dengan benar sebelum digoreng

ilustrasi memadatkan adonan (freepik.com/pvproduction)

Cara membentuk adonan juga memengaruhi daya tahannya saat digoreng. Pastikan adonan dipadatkan dengan tekanan yang cukup, namun tidak berlebihan. Adonan yang terlalu longgar akan mudah retak di minyak panas.

Setelah dibentuk, sebaiknya adonan didiamkan sebentar sebelum digoreng. Proses ini membantu adonan menyesuaikan bentuk dan mengikat lebih kuat. Saat masuk ke minyak, perkedel pun tidak mudah hancur.

Bikin perkedel kentang tanpa telur bukan cuma alternatif, tapi bisa jadi andalan kalau diolah dengan cara yang pas. Teksturnya tetap kokoh, rasanya gurih, dan pastinya lebih ramah buat kamu yang menghindari telur. Jadi, siap eksekusi di dapur dan buktikan sendiri kalau perkedel tanpa telur tetap juara?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team