Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Camilan Khas Jepang Bertema Momiji, Ada yang dari Daun Maple
Potret momiji manju (commons.wikimedia.org/毒島みるく)
  • Musim gugur Jepang menghadirkan camilan bertema momiji atau daun maple, yang dinikmati dalam tradisi melihat daun berubah warna dan berburu kuliner musiman.

  • Momiji manju dari Hiroshima berisi anko, custard, cokelat, atau matcha; sedangkan tempura momiji khas Minoh memakai daun maple yang diproses sekitar setahun sebelum digoreng.

  • Kohakuto, nerikiri, dan rakugan momiji menonjolkan bentuk serta warna musim gugur, dengan bahan dan teknik khas wagashi dari berbagai daerah Jepang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musim gugur di Jepang identik dengan istilah koyo. Di mana saat pepohonan berubah warna menjadi kuning, oranye, atau merah.

Salah satu kegiatan unik saat musim gugur di Jepang adalah momijigari yang berarti berburu daun. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menikmatinya. Mulai dari piknik sambil melihat warna daun musim gugur hingga berburu kuliner musiman.

Kamu gak cuma bisa mencicipi buah tertentu, tetapi juga camilan lezat bertema momiji atau daun maple. Ada beberapa camilan khas Jepang bertema momiji yang bisa kamu coba. Apa saja? Sweet tooth wajib simak, nih!

1. Momiji manju

Kamu mungkin sudah gak asing lagi dengan momiji manju, makanan tradisional Jepang yang bentuknya seperti daun maple. Camilan manis tersebut berasal dari Prefektur Hiroshima, khususnya Pulau Miyajima. Dikaitkan pula dengan Taman Momijidani yang terkenal dengan banyaknya pohon maple.

Momiji manju terdiri dari lapisan kulit yang kenyal dan lembut. Rasa manis lebih dominan berasal dari isiannya. Biasanya berisi anko atau pasta kacang merah dengan tekstur kasar hingga halus, tergantung selera. Selain itu, isian lain yang populer meliputi custard, cokelat, dan pasta matcha.

2. Tempura momiji

Potret tempura momiji (commons.wikimedia.org/Fred Cherrygarde)

Musim gugur menjadi waktu yang tepat untuk menikmati kelezatan daun maple dalam bentuk tempura momiji. Varian tempura ini khas Kota Minoh yang banyak dijual di sekitar wisata Air Terjun Minoh. Jadi, dapat kamu nikmati sambil menikmati panorama alam di sekitarnya.

Perlu kamu tahu bahwa tempura momiji menggunakan daun maple dari jenis pohon khusus yang berkualitas baik, bukan dari Pegunungan Minoh. Daun-daun yang telah dipanen segera dibersihkan dan diasinkan agar warnanya tidak cepat berubah. Prosesnya membutuhkan waktu sangat lama, yakni sekitar satu tahun.

Setelah itu, garamnya dibersihkan menggunakan air mengalir, lalu dibaluri adonan tepung. Terakhir digoreng sekitar 20 menit supaya mengembang sempurna.

3. Kohakuto momiji

Potret kohakuto khas Jepang (pexels.com/@adrien-olichon)

Kohakuto atau amber sugar terbuat dari agar-agar (kanten), sehingga teksturnya kenyal di dalam dan renyah di luar. Tampilannya menarik seperti kristal dan memiliki berbagai warna. Sebagian toko wagashi atau kue tradisional Jepang, membuat kemasan yang tampak eksklusif dalam kotak seperti perhiasan.

Pada musim gugur biasanya banyak produsen yang menawarkan kohakuto momiji. Sesuai dengan namanya, permen ini dibentuk seperti daun maple dengan warna-warna musim gugur. Mulai dari warna oranye, marun, dan kuning. Kohakuto juga sering dikemas dengan bentuk lain yang menyerupai daun ginkgo.

4. Nerikiri berbentuk daun maple

Berbeda dari ketiga camilan sebelumnya, nerikiri merupakan kue basah Jepang yang memiliki berbagai bentuk sesuai kreasi pembuatnya. Dibuat dari campuran pasta kacang putih manis (shiroan) dan bahan pengikat (tsunagi). Setelah itu, dibentuk oleh tangan pengrajin untuk menggambarkan pemandangan setiap musim, termasuk musim gugur. 

Nerikiri berbentuk daun maple menjadi salah satu tema musim gugur yang sering ditemukan di Jepang. Tidak hanya bentuknya yang menarik, tetapi juga dibuat menggunakan teknik gradasi warna (bokashi), garis halus, serta diberi nama puitis yang berasal dari musim atau cerita (kamei).

Jika kamu ingin mencicipi nerikiri, harganya bervariasi. Setidaknya perlu merogoh kocek sekitar 400 Yen (Rp45 ribuan) hingga lebih dari 1.000 Yen (Rp113 ribuan) per buah.

5. Rakugan momiji

Kue kering tradisional Jepang juga ada yang berbentuk daun maple, yakni rakugan momiji. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras dan gula halus.

Campuran bahan tersebut dibentuk menggunakan cetakan kayu. Biasanya juga ditambahkan sirup pati dan pewarna untuk membuatnya lebih menarik. Camilan ini tersebar di seluruh Jepang. Salah satu produsen yang terkenal yakni wilayah Kanazawa.

Itulah beberapa camilan khas Jepang bertema momiji untuk menemani musim gugur. Tiak hanya soal bentuknya yang terinspirasi dari daun maple, si baliknya terdapat nilai seni, filosofi, dan ciri khas daerah asal. Apakah kamu tertarik mencicipi salah satunya?

Curated For You

Editorial Team

Related Article