Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Do's and Don'ts Makan All You Can Eat saat Buka Puasa
Potret menu buffet di Paiza Sky Residence, Marina Bay Sands, Singapura (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Buka puasa di restoran atau hotel yang mengusung konsep all you can eat (AYCE) memang selalu menggoda selera. Setelah seharian menahan lapar dan haus, rasanya ingin langsung "balas dendam" dan mengambil semua makanan yang tersaji di meja buffet. Mulai dari gorengan, olahan daging, sayuran, aneka sup, dessert manis, sampai minuman segar, semuanya tampak sulit diabaikan, bukan?

Namun, kondisi perut setelah berpuasa seharian tidak sama seperti hari biasa. Jika salah strategi, kamu bisa kekenyangan, begah, bahkan berujung sakit perut. Nah, supaya momen buka puasa tetap nyaman, berikut IDN Times bagikan beberapa do's and don’ts makan all you can eat saat buka puasa yang perlu kamu perhatikan!

1. Do: awali dengan makanan ringan dan minum air putih

Potret orang sedang minum air putih (pexels.com/Thirdman)

Saat azan magrib berkumandang, jangan langsung kalap mengambil nasi, daging, atau makanan berat lainnya dalam jumlah banyak. Perutmu sudah kosong selama kurang lebih 12–14 jam, sehingga perlu “dipancing” terlebih dahulu dengan makanan ringan.

Mulailah dengan air putih, kurma, atau sup hangat, agar sistem pencernaan kembali bekerja secara perlahan. Minum air putih juga penting untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama puasa.

Hindari langsung minum air dingin secara berlebihan, karena bisa membuat perut kaget. Dengan mulai makan secara perlahan, kamu memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi. Setelah itu, barulah kamu bisa menikmati hidangan utama dengan lebih nyaman tanpa risiko begah.

2. Don't: langsung makan banyak karena mau "balas dendam”

Potret seseorang mengambil menu-menu buffet (IDN Times/Dewi Suci R)

Rasa lapar yang menumpuk setelah puasa seharian sering membuat orang ingin “balas dendam” ketika waktu buka puasa tiba. Akibatnya, makanan masuk terlalu cepat dan banyak dalam waktu singkat. Kebiasaan ini bisa menyebabkan perut kram, mual, hingga terkena gangguan pencernaan.

Makan terlalu cepat juga membuat otak tidak sempat menerima sinyal kenyang. Alhasil, kamu baru sadar kekenyangan setelah semuanya terlambat. Padahal, tubuh membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit untuk memberi sinyal kenyang.

Cobalah makan dengan tempo yang lebih santai. Kunyah perlahan dan nikmati setiap suapan, agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik setelah seharian berpuasa.

3. Do: ambil makanan secukupnya dan bertahap

Potret menu buka puasa di JW Marriott Surabaya 2026 (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Konsep all you can eat seringkali membuat orang ingin mengambil makanan sebanyak mungkin dalam satu waktu. Padahal, strategi terbaik justru mengambil sedikit demi sedikit. Ambil porsi kecil terlebih dahulu untuk mencicipi berbagai menu yang tersedia.

Cara ini membantumu mengontrol rasa kenyang. Kamu bisa menilai apakah masih ingin menambah atau sudah cukup. Selain itu, mengambil bertahap juga membantu mengurangi potensi makanan terbuang sia-sia.

Banyak restoran AYCE menerapkan aturan denda untuk makanan yang tidak dihabiskan. Dengan mengambil secukupnya, kamu tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menghargai makanan dan menghindari biaya tambahan.

4. Don't: terlalu banyak mengonsumsi minuman manis dan bersoda

Minuman manis memang terasa menyegarkan saat diminum untuk berbuka puasa. Namun, mengonsumsi terlalu banyak minuman manis bisa membuat lonjakan gula darah dalam tubuh. Akibatnya, kamu tidak bisa menikmati makanan utama secara optimal.

Selain minuman manis, minuman bersoda juga sebaiknya dihindari saat berbuka, karena menyebabkan perut kembung dan banyak gas di perut. Jika dikombinasikan dengan makanan berat seperti daging dan gorengan, rasa tidak nyaman bisa semakin terasa.

Batasi kedua jenis minuman ini dan dan utamakan air putih. Jika tetap ingin mencicipi minuman manis, cukup satu gelas sebagai pelengkap (diminum saat perut sudah tidak kosong), bukan sebagai menu utama berbuka.

5. Do: pilih menu dengan bijak dan nutrisinya seimbang

Potret menu Ramadan 2026 di Magnolia Restaurant (IDN Times/Dewi Suci R)

Saat berbuka puasa, tubuh membutuhkan nutrisi yang seimbang. Pilih kombinasi karbohidrat, protein, dan serat, agar asupan nutrisimu tetap terjaga. Jangan hanya fokus pada daging atau gorengan saja, ya!

Sayuran dan buah tetap penting untuk membantu pencernaan. Jika ada, ambil salad, sup, atau sayuran sebagai pendamping. Serat akan bantu mencegah sembelit dan rasa terlalu penuh setelah makan.

Dessert manis boleh saja dinikmati, tetapi sebaiknya di akhir dan dalam jumlah wajar. Gula berlebihan saat perut kosong bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis dan membuat tubuh terasa lemas setelahnya.

6. Don't: memaksakan diri menghabiskan semua menu

Potret orang makan banyak (pexels.com/RDNE Stock project)

Konsep all you can eat bukan berarti kamu harus mencoba semuanya sekaligus. Memaksakan diri demi merasa "tidak rugi" justru bisa merugikan kesehatanmu. Tubuh yang terlalu kenyang akan terasa lemas dan sulit beraktivitas, bahkan untuk salat Tarawih atau ibadah lainnya.

Selain itu, memaksakan diri makan melebihi kapasitas juga dapat memicu naiknya asam lambung. Apalagi setelah perut kosong seharian, kondisi lambung cenderung lebih sensitif.

Ingat, tujuan utama buka puasa adalah mengembalikan energi dengan cara yang sehat. Nikmati makanan secukupnya, berhenti sebelum terlalu kenyang, dan utamakan kenyamanan tubuhmu, ya!

Dengan memperhatikan do's and don’ts di atas, pengalaman makan all you can eat saat buka puasa bisa tetap seru, nikmat, dan nyaman, tanpa mengorbankan kesehatan. Jadi, tetaplah bijak dalam mengonsumsi makanan supaya momen Ramadanmu tetap berkesan, ya!

Editorial Team