Comscore Tracker

Kenali Desain Kafe Berkonsep Biophilic, Dibutuhkan di Era Pandemik

Desain kafe yang menghadirkan suasana alam di era pandemi

Di era pandemik, banyak orang yang masih sering makan dan berkumpul di kafe. Dengan kondisi saat ini, lingkungan yang sehat dan bersih juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan seseorang agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Lalu, apakah konsep biophilic yang menghadirkan suasana alam ini tepat untuk digunakan pada desain suatu kafe di era pandemi? Yuk, simak artikel di bawah ini!

1. Konsep kafe memiliki peran penting bagi pengunjung

Kenali Desain Kafe Berkonsep Biophilic, Dibutuhkan di Era PandemikLux* Grand Gaube Hotel, Grand Gaube, Mauritius (unsplash.com/xaviercoiffic)

Kafe merupakan salah satu tempat untuk makan, berkumpul, dan melepaskan stres dari aktivitas yang padat sehari-harinya bersama dengan keluarga, teman, dan pasangan. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa konsep suatu kafe juga mempengaruhi suasana dan kenyamanan bagi pengujung.

Pada era digital ini, orang sering berkunjung ke kafe, tidak hanya untuk menikmati makanan yang lezat, tetapi juga ingin menikmati suasana yang nyaman untuk berbincang-bincang, berfoto, atau mengerjakan tugas. Maka dari itu, desain kafe kekinian dengan konsep yang berbeda, dapat menjadi inspirasi tempat yang menarik bagi pengunjung.

2. Apa konsep biophilic pada desain interior kafe?

Kenali Desain Kafe Berkonsep Biophilic, Dibutuhkan di Era PandemikMazel Tov, Budapest, Hungary (unsplash.com/sevcovic23)

Konsep biophilic adalah salah satu konsep yang tepat untuk digunakan dalam desain suatu kafe yang letaknya di tengah perkotaan yang padat. Hingga saat ini, tentu masih banyak orang yang belum mengenal konsep ini.

Apa arti biophilic itu? biophilic adalah salah satu konsep interior yang menghadirkan suasana alam ke dalam desain suatu ruangan, di mana hal tersebut dapat mendekatkan hubungan antara manusia dan alam yang sekarang mulai hilang akibat adanya perkembangan teknologi yang pesat.

Selain hal tersebut, konsep biophilic juga mampu mengurangi tingkat lelah dan stres pada seseorang yang memiliki aktivitas tinggi, seperti masyarakat perkotaan yang sering menemukan polusi, kemacetan, hingga rasa penat akibat bekerja seharian di kantor.

Baca Juga: 10 Ide Ruang Makan Mungil untuk Pasutri Muda, Ada Interior ala Cafe!

3. Konsep biophilic memiliki 14 patterns yang dapat diterapkan dalam desainnya

Kenali Desain Kafe Berkonsep Biophilic, Dibutuhkan di Era PandemikSan Cristóbal de las Casas, Chis., México (unsplash.com/pinchebesu)

Dilansir Terrapinbrightgreen.com, terdapat 14 pattern dalam konsep biophillic.

  • Visual connection with nature : Memberi akses kepada manusia dengan pemandangan alam, sistem kehidupan, dan proses alami.
  • Non-visual connection with nature : Koneksi dengan alam melalui stimulasi yang diberikan melalui indra pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa yang mengingatkan manusia kepada alam.
  • Non-rhytmic sensory stimuli : Memberikan rangsangan sensorik alami yang menarik perhatian dengan memberi gerakan tidak terprediksi oleh individu dengan penggunaan warna hijau daun dan bentuk-bentuk organik.

Desain biophilic memperhatikan sistem pencahayaan dan penghawaan interior sebuah ruang

Kenali Desain Kafe Berkonsep Biophilic, Dibutuhkan di Era Pandemikinspirasi kafe biophilic (unsplash.com/fakh27)
  • Thermal and airflow variability : Memberi perubahan sistem suhu, kelembapan, dan gerakan angin di dalam ruangan kepada manusia.
  • Presence of water : Memberikan unsur air pada suatu ruangan kepada manusia dengan melihat, mendengar, dan menyentuh elemen air dalam suatu tempat atau ruang.
  • Dynamic and diffuse lighting : Memanfaatkan intensitas cahaya dan memberikan bentuk cahaya secara dinamis dan menyebar secara alami untuk mendapatkan suatu kondisi perubahan waktu yang terjadi di alam.

Elemen interior dan furniture menggunakan material yang bersifat alami

Kenali Desain Kafe Berkonsep Biophilic, Dibutuhkan di Era PandemikPenggunaan material alami pada elemen interior (unsplash.com/lawrencesuzara)
  • Connection with natural system : Menggunakan material atau elemen alam dengan meminimalkan proses pengolahan untuk mempertahankan bentuk alami dan karakteristik yang sama dengan alam.
  • Biomorphic forms and patterns : Menirukan bentuk alam melalui pola, bentuk, dan tekstur sebagai elemen struktural maupun dekoratif dalam ruang.
  • Material Connection with Nature : Menggunakan material atau elemen alam dengan meminimalkan proses pengolahan. Pengaplikasian material pada pola ini misalnya kayu, bambu, rotan, daun kering, dan rotan alami.

Desain biophilic memiliki desain ruang terbuka (open space)

Kenali Desain Kafe Berkonsep Biophilic, Dibutuhkan di Era PandemikSixes and sevens, james street, fortitude valley qld, australia (unsplash.com/socialcut)
  • Complexity and order : Informasi sensorik beragam yang menganut hirarki spasial mirip dengan yang ada di alam, seperti bentuk penerapan patra atau pattern yang berulang sebagai elemen dekoratif atau struktural.
  • Prospect : Mendesain ruang dengan pandangan yang luas tanpa hambatan, terbuka, dan lapang.
  • Refuge : Memberikan rasa aman dan terlindungi pada pengguna baik dari sisi belakang maupun sisi atas.
  • Mystery : Menciptakan suasana yang menarik untuk dapat dipahami lebih dalam oleh seseorang.
  • Risk & Peril : Pemberian karakteristik rasa bahaya atau ancaman namun memiliki perlindungan yang aman.

4. Konsep biophilic memiliki keuntungan bagi kesehatan manusia

Kenali Desain Kafe Berkonsep Biophilic, Dibutuhkan di Era PandemikInspirasi kafe biophilic (unsplash.com/kkalerry)

Hal menarik yang perlu diketahui, konsep ini juga memperhatikan kesehatan manusia karena bersifat ramah lingkungan. Desain biophilic juga fokus pada sistem pencahayaan dan penghawaan dalam ruangan untuk mencapai kenyamanan termal. Tujuan dari konsep ini adalah untuk menghadirkan nuansa alam ke dalam suatu ruang dengan menggunakan material seperti kayu, rotan, concrete, dan lainnya.

Selain jenis material, pemilihan warna juga mempengaruhi suasana yang ditampilkan, seperti warna-warna natural dan hangat untuk membuat seseorang merasa nyaman duduk berlama-lama di kafe. Satu hal lagi yang tidak terlupakan, tanaman hijau yang diletakkan pada beberapa sudut ruang untuk menambah asri suasana dalam ruangan.

5. Desain kafe mengaplikasikan konsep biophilic di era pandemi

Kenali Desain Kafe Berkonsep Biophilic, Dibutuhkan di Era PandemikPondicherry, Puducherry, India (unsplash.com/birendrabik)

Saat berkunjung ke sebuah kafe, sebagian orang mungkin kurang memperhatikan konsep desain dari kafe tersebut. Sebenarnya, konsep sebuah kafe juga memiliki dampak bagi psikologis hingga kesehatan seseorang.

Maka dari itu, konsep biophilic ini dapat menjadi salah satu konsep yang cukup baik untuk digunakan pada perkembangan desain suatu kafe di masa kini. Dampak positif dari penggunaan konsep biophilic karena konsep ini juga memperhatikan kesehatan manusia yang sangat dibutuhkan di masa pandemi.

Jika kalian pergi ke kafe, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di mana pun kita berada, stay safe!

Baca Juga: 8 Potret Cafe Brick, Cafe Instagramable di Yogyakarta Bernuansa Eropa

Linawati Kustiono Photo Writer Linawati Kustiono

Mahasiswa Desain Interior Universitas Kristen Petra

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

yummy-banner

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum
  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya