Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbedaan Rasa dan Tekstur dari Ube Matcha serta Taro Matcha
Ilustrasi ube matcha (pexels.com/Change C.C)
  • Ube dan taro berasal dari tanaman berbeda: ube lebih manis, aromatik, bernuansa nutty-vanila, sedangkan taro lebih mild, netral, dan berpati.

  • Saat dipadukan dengan matcha, ube menghasilkan sensasi lebih creamy dan dessert-like, sementara taro memberi tekstur lebih padat serta ruang lebih besar bagi rasa earthy matcha.

  • Warna ungu bukan penanda pasti karena taro alami cenderung putih atau krem; gula, susu, bubuk, perisa, dan pewarna kafe turut memengaruhi rasa serta tampilan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ube matcha dan taro matcha sama-sama punya tampilan cantik yang bikin minuman atau dessert terlihat lebih menarik. Warna ungu yang berpadu dengan hijau matcha juga membuat keduanya sering dianggap menggunakan bahan yang sama. Padahal, ube dan taro berasal dari tanaman yang berbeda sehingga karakter rasa serta teksturnya juga gak sepenuhnya sama. Ube dikenal sebagai purple yam dengan rasa manis dan aroma yang khas, sedangkan taro cenderung lebih lembut, netral, dan bertepung. Perbedaan ini bisa terasa ketika keduanya dipadukan dengan matcha.

Kalau kamu pernah mencicipi ube matcha dan taro matcha lalu merasa keduanya mirip, hal tersebut cukup wajar. Produk minuman di kafe biasanya sudah menggunakan susu, gula, krimer, atau campuran bubuk, sehingga karakter asli bahannya bisa berubah. Warna ungu juga belum tentu menjadi petunjuk karena taro secara alami umumnya memiliki daging berwarna putih hingga pucat dengan sedikit semburat atau bintik ungu. Jadi, apa sebenarnya perbedaan rasa dan tekstur dari ube matcha serta taro matcha?

1. Ube punya rasa lebih manis dan aromatik

ilustrasi ube matcha (pexels.com/Gu Ko)

Ube biasanya memiliki rasa manis yang lembut dengan karakter nutty dan aroma yang kerap diasosiasikan dengan vanila. Profil ini membuat ube terasa lebih seperti bahan dessert dibandingkan sekadar umbi. Ketika diolah menjadi pasta atau ube halaya, rasanya bisa menjadi semakin manis karena biasanya mendapat tambahan gula. Ube juga dapat memberikan sensasi rasa yang creamy ketika dihaluskan dan dicampurkan ke dalam susu.

Saat bertemu matcha, rasa manis dan aroma khas ube bisa membantu menyeimbangkan karakter matcha yang earthy dan sedikit pahit. Hasilnya cenderung terasa lebih dessert-like, terutama jika menggunakan susu. Itulah sebabnya ube matcha cocok untuk kamu yang suka perpaduan rasa manis, creamy, dan sedikit pahit. Namun, tingkat kemanisan tetap bergantung pada gula atau pemanis yang digunakan dalam minuman. Jadi, rasa ube matcha di satu kafe belum tentu sama dengan tempat lainnya.

2. Taro lebih mild dan terasa lebih berpati

Ilustrasi taro matcha (pexels.com/Telly Mina)

Berbeda dari ube, taro punya rasa yang lebih mild dan cenderung netral. Karakternya sedikit manis, nutty, dan berpati, sehingga rasanya bisa mengingatkan pada kombinasi umbi yang lembut. Food Network juga menggambarkan taro sebagai bahan dengan rasa ringan dan sedikit nutty, sementara kandungan patinya membuat teksturnya menjadi lembut setelah dimasak.

Ketika dibuat menjadi taro matcha, rasa taro biasanya gak sekuat aroma ube. Bahan ini justru memberikan body pada minuman sekaligus menjadi dasar yang lebih netral untuk matcha. Kalau kamu kurang suka dessert yang terlalu manis, karakter taro bisa terasa lebih ringan. Namun, produk taro di kafe sering menggunakan bubuk atau campuran siap pakai yang sudah mengandung gula dan perisa. Karena itu, rasa taro matcha yang kamu minum bisa tetap terasa cukup manis meski taronya sendiri relatif mild.

3. Ube cenderung lebih creamy saat dihaluskan

Ilustrasi ube matcha (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Selain rasa, tekstur menjadi salah satu perbedaan yang menarik. Ube yang sudah dimasak lalu dihaluskan dapat menghasilkan tekstur yang lembut, tebal, dan creamy. Karakter tersebut membuat ube cocok digunakan sebagai bahan dasar es krim, cake, krim, hingga berbagai dessert.

Pada ube matcha, tekstur creamy ini bisa membuat minuman terasa lebih smooth ketika dicampur dengan susu. Kalau menggunakan pasta ube yang cukup pekat, minuman juga dapat terasa lebih kental. Matcha kemudian memberikan aroma dan rasa yang lebih kompleks di dalamnya. Kombinasi ini cocok untuk kamu yang menyukai minuman dengan sensasi creamy sekaligus rasa yang cukup kuat. Teksturnya juga bisa semakin lembut jika ditambahkan foam atau whipped cream.

4. Taro terasa lebih padat dan berpati

Ilustrasi taro (pexels.com/Blanca Isela)

Taro juga dapat menjadi lembut setelah dimasak, tetapi karakter patinya lebih terasa. Teksturnya cenderung padat, lembut, dan sedikit starchy ketika dihaluskan. Karakter tersebut justru membuat taro menarik untuk digunakan sebagai bahan pengental alami atau campuran minuman dan makanan.

Dalam segelas taro matcha, sensasi tersebut bisa membuat minuman terasa lebih thick dan mengenyangkan. Rasa taro yang netral juga memberi ruang lebih besar bagi matcha untuk terasa. Karena itu, taro matcha bisa memiliki karakter yang lebih kalem dibandingkan dengan ube matcha. Namun, hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh jenis bubuk, susu, gula, dan jumlah bahan yang digunakan. Jadi, tekstur taro matcha di kafe bisa berbeda dengan taro yang benar-benar dibuat dari umbi segar.

5. Warna ungu keduanya gak selalu berarti sama

ilustrasi matcha latte (pexels.com/Connor McManus)

Salah satu alasan ube dan taro sering tertukar adalah warna minumannya. Ube memang secara alami memiliki daging berwarna ungu, meski tingkat kepekatannya dapat berbeda berdasarkan varietas. Taro sendiri umumnya memiliki daging berwarna putih atau krem dengan bintik atau semburat ungu.

Karena itu, minuman taro berwarna ungu cerah belum tentu berasal dari taro yang secara alami berwarna seperti itu. Produk komersial dapat menggunakan pewarna, perisa, gula, susu bubuk, atau bahan lain yang memengaruhi warna dan rasa. Hal serupa juga bisa terjadi pada produk ube siap pakai. Jadi, jangan hanya mengandalkan warna untuk membedakan ube matcha dan taro matcha. Rasa, aroma, serta teksturnya justru bisa memberikan petunjuk yang lebih berguna.

6. Ube matcha terasa lebih dessert-like

ilustrasi ube matcha (pexels.com/Jill Qin)

Kalau disederhanakan, ube matcha biasanya memberikan pengalaman rasa yang lebih manis dan aromatik. Ube membawa karakter vanilla-like dan nutty, sedangkan matcha memberikan rasa earthy, sedikit pahit, dan umami. Ketika dicampur dengan susu, keduanya menghasilkan minuman yang terasa creamy sekaligus punya aroma khas.

Karakter tersebut membuat ube matcha cocok untuk kamu yang menyukai minuman manis dengan rasa yang cukup menonjol. Minuman ini juga bisa dipadukan dengan dessert seperti cookies, cheesecake, atau mochi. Namun, kalau gula yang digunakan cukup banyak, rasa matcha bisa menjadi kurang dominan. Karena itu, komposisi ube, susu, matcha, dan pemanis akan sangat menentukan hasil akhirnya.

7. Taro matcha lebih menonjolkan rasa creamy dan earthy

ilustrasi ube matcha (pexels.com/Monstera Production)

Taro matcha punya karakter yang sedikit berbeda karena rasa taro lebih netral. Ketika dipadukan dengan matcha, rasa earthy dari keduanya dapat terasa lebih menyatu. Taro memberikan sensasi lembut dan berpati, sementara matcha menjadi sumber aroma serta rasa yang lebih kompleks. Hasilnya bisa terasa creamy tanpa aroma manis yang terlalu kuat seperti ube.

Minuman ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang menyukai rasa matcha tetapi ingin teksturnya lebih tebal. Taro juga bisa dipadukan dengan susu, foam, atau es untuk menciptakan minuman yang lebih ringan dan menyegarkan. Kalau menggunakan bubuk taro yang sudah diberi pemanis, rasa akhirnya tentu akan lebih manis. Jadi, jangan menganggap semua taro matcha otomatis punya rasa yang ringan hanya karena taro aslinya cenderung mild.

Ube dan taro sebenarnya punya karakter yang berbeda meski sama-sama sering hadir dalam minuman berwarna ungu. Ube cenderung lebih manis, aromatik, dan creamy, sedangkan taro lebih mild, berpati, dan netral. Ketika dipadukan dengan matcha, perbedaan tersebut tetap bisa terasa, terutama jika bahan yang digunakan cukup autentik. Ube matcha biasanya memberikan sensasi dessert-like, sementara taro matcha lebih menonjolkan tekstur lembut dan rasa yang kalem.

Nah, sekarang kamu sudah paham, kan, perbedaan rasa dan tekstur dari ube matcha serta taro matcha? Pilihan antara keduanya bisa disesuaikan dengan selera. Kalau kamu suka rasa manis dengan aroma khas yang lebih kuat, ube matcha bisa terasa menarik. Kalau kamu lebih menyukai rasa yang mild, creamy, dan berbumbu, taro matcha bisa menjadi alternatif. Namun, komposisi susu, gula, matcha, serta jenis bubuk yang digunakan tetap sangat memengaruhi hasil akhir. Jangan lupa, warna ungu yang terlihat mirip bukan berarti rasa dan teksturnya juga sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article