Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret jamu tradisional khas Indonesia
Potret jamu tradisional khas Indonesia (pixabay.com/ulilamrie89)

Jamu tradisional kembali menjadi tren kuliner, terutama di kalangan Gen Z. Di berbagai platform media sosial, mereka membagikan momen minum jamu sebagai upaya menyalurkan stres dan kepenatan hidup. Narasi yang mereka bangun adalah "party jamu," yakni alih-alih minum alkohol, lebih baik minum 1-2 shoot jamu. Hidup sehat pun menjadi bonusnya. Unik banget, kan?

Tentu tren ini disambut baik oleh banyak orang, mengingat jamu punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Momen ini juga menjadi waktu yang tepat untuk melestarikan warisan nenek moyang agar tidak punah ditelan zaman. Apalagi Gen Z selalu punya cara tersendiri untuk memporomosikan sesuatu.

Kira-kira apa saja ragam jamu sehat kekinian ala Gen Z? Simak informasinya di bawah ini, yuk!

1. Beras kencur smoothie dan beras kencur latte

Beras kencur merupakan salah satu jenis jamu yang tidak pahit. Rasanya cenderung manis dan menyegarkan, sehingga disukai banyak orang sejak zaman dulu. Jamu ini terbuat dari racikan beras (atau tepung beras), kencur, jahe, asam jawa, gula merah atau aren, dan gula pasir.

Dahulu, jamu ini sering diberikan kepada anak-anak untuk meningkatkan nafsu makan. Namun, orang dewasa juga sering mengonsumsinya untuk menghilangkan pegal, membuat tubuh bugar, menambah energi, dan meredakan peradangan. Nah, biar lebih kekinian, banyak orang membuat versi yang lebih modern, yakni beras kencur smoothie dan beras kencur latte!

2. Kunir asem latte dan kunir asem cold brew

Potret jamu kunir asem atau kunyit asam (freepik.com/jcomp)

Kunir asem atau kunyit asam juga tak kalah populer dari beras kencur. Sesuai dengan namanya, jamu ini terbuat dari dua bahan utama, yakni kunyit dan asam jawa, serta beberapa bahan tambahan seperti gula merah dan air.

Rasa kunir asem cenderung masam dan menyegarkan. Jika rutin mengonsumsinya, jamu ini akan bantu mendetoksifikasi tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memberikan energi agar tetap bugar. Khusus untuk perempuan, jamu ini juga bisa untuk mengurangi risiko nyeri haid, lho!

Gen Z yang kurang suka dengan kunir asem yang biasa, membuat beragam kreasi jamu ini. Di antaranya seperti kunir asem latte, kunir asem cold brew, dan lain-lain.

3. Brotowali

Jika tingkat kepahitan beras kencur dan kunyit asam masih dirasa kurang, Gen Z kerap terlihat meminta tambahan jamu paitan berupa brotowali. Ketiganya dicampur menjadi satu, menghasilka rasa pahit, asam, dan segar.

Jamu brotowali terbuat dari racikan tanaman brotowali (Tinospora cordifolia), sejenis tanaman pagar yang daunnya berbentuk hati. Bagian batang dan akar pohon inilah yang menghasilkan rasa pahit.

Khasiat jamu brotowali cukup beragam, seperti membunuh bakteri jahat dalam tubuh, merangsang kerja urat saraf, melancarkan sistem pernafasan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

4. Temulawak sparkling

Potret jamu temulawak (freepik.com/jcomp)

Nama temulawak pasti sudah tidak asing lagi di telingamu, kan? Namanya sering tertukar dengan kunyit, karena bentuk dan warnanya memang mirip. Temulawak sering diracik dengan bahan lain, seperti asam jawa, gula aren, jintan, dan daun pandan. Rasa yang dihasilkan adalah pahit dan masam segar.

Jamu ini berkhasiat untuk bantu melancarkan pencernaan, mengurangi peradangan, membunuh bakteri jahat dalam tubuh, dan sebagainya. Gen Z yang kurang suka dengan senasi pahit jamu ini biasanya menambahkan soda ke dalamnya dan dinamakan sebagai temulawak sparkling.

5. Gepyokan

Gepyokan terbuat dari berbagai daun herbal, seperti daun beluntas, daun katuk, daun jambu, daun otok-otok, daun sembukan, dan daun sinom (daun asam yang masih muda). Dedaunan tersebut ditumbuk, kemudian diperas dengan air dan disaring untuk diambil sarinya.

Jamu ini bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, melindungi tubuh dari serangan virus, serta melancarkan ASI. Tak sedikit penjual jamu yang mencampur gepyokan dengan rempah-rempah lain, seperti jahe, temulawak, kencur, dan gula aren.

Nah, itu dia ragam jamu sehat kekinian ala Gen Z. Meskipun ada yang kekinian, mereka tetap suka dengan jamu yang klasik, lho! Kalau kamu sendiri, paling suka yang mana, nih?

Editorial Team