ilustrasi Yusheng saat perayaan Imlek (commons.wikimedia.org/Herbertkikoy)
Perayaan Imlek identik dengan awal yang baru dan doa untuk masa depan yang lebih cerah. Makna Yusheng yang melambangkan rezeki berlimpah dan perkembangan hidup membuatnya terasa begitu relevan. Tak heran jika sajian ini biasanya dinikmati pada hari-hari pertama Imlek sebagai simbol pembuka keberuntungan.
Tradisi menyantapnya bersama keluarga juga memperkuat nilai kebersamaan yang dijunjung tinggi saat Imlek. Karena terus diulang dari generasi ke generasi, Yusheng akhirnya menjadi ikon kuliner khas Tahun Baru Imlek. Tak heran jika tanpa Yusheng, perayaan Imlek terasa kurang lengkap bagi sebagian orang.
Bukan sekadar hidangan pembuka, yusheng identik dengan Imlek karena menjadi simbol doa dan harapan yang diangkat tinggi-tinggi bersama orang terdekat. Tradisi ini membuktikan bahwa makanan bisa menjadi medium untuk merayakan kebersamaan sekaligus menyemai optimisme di awal tahun. Jadi, saat Imlek tiba nanti, sudah siap ikut lo hei dan menyambut keberuntungan dengan semangat baru?
Referensi
“Yusheng and Lo Hei.” Roots.gov.sg (National Heritage Board Singapore). Diakses Februari 2026.
“Delapan Tradisi dalam Makanan sebagai Identitas Budaya Etnis Tionghoa Kota Tanjungpinang.” Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni. Diakses Februari 2026.
“Perayaan Tahun Baru Imlek dalam Masyarakat Tionghoa di Indonesia.” Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin. Diakses Februari 2026.