Referensi
“Traditional Chinese Colour Symbolism – Meaning and Understanding.” ResearchGate. Diakses Februari 2026.
“Implicit Meaning of Chinese Vocabulary on Colors in Five Elements Elucidating Socio-cultural Context.” International Journal of Linguistics. Diakses Februari 2026.
“Analysis of the Cultural Significance and Social Rationale of Red in Chinese Culture.” ResearchGate. Diakses Februari 2026.
Kenapa Dekorasi Imlek Didominasi Warna Merah dan Emas?

- Warna merah sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan
- Legenda Nian dan kepercayaan tentang perlindungan
- Warna emas sebagai lambang kemakmuran dan rezeki
Setiap kali Imlek tiba, suasana langsung terasa berbeda dengan dominasi warna merah dan emas di berbagai sudut rumah hingga pusat perbelanjaan. Lampion merah menggantung, amplop angpao tersusun rapi, dan ornamen emas berkilau seolah menjadi ciri khas yang tak terpisahkan dari perayaan ini. Tapi, pernahkah kamu bertanya kenapa dekorasi Imlek didominasi warna merah dan emas?
Ternyata, pemilihan warna ini tidak dilakukan secara sembarangan karena keduanya sarat dengan makna simbolis yang berkaitan dengan doa, rezeki, dan keselamatan. Dalam tradisi Imlek, setiap warna dipercaya merepresentasikan harapan baik yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Yuk, cari tahu makna di balik warna merah dan emas agar kamu tak hanya merayakan, tapi juga memahami arti sesungguhnya dari setiap dekorasi yang menghiasi momen spesial ini!
1. Warna merah sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan

Dalam budaya Tiongkok, warna merah sejak dahulu identik dengan keberuntungan dan kebahagiaan. Saat perayaan Imlek berlangsung, merah diyakini memancarkan energi positif yang melambangkan awal yang penuh harapan. Karena maknanya yang kuat, warna ini hampir selalu mendominasi berbagai elemen dekorasi, mulai dari lampion hingga amplop angpao dan ornamen dinding.
Merah juga melambangkan sukacita dan perayaan besar, sehingga sangat identik dengan momen pergantian tahun. Secara psikologis, warna merah memberi kesan hangat, kuat, dan penuh percaya diri. Kombinasi makna budaya dan efek visual inilah yang membuat merah begitu dominan saat Imlek tiba.
2. Legenda Nian dan kepercayaan tentang perlindungan

Dominasi warna merah juga berkaitan dengan legenda kuno tentang Nian, makhluk buas yang konon muncul setiap pergantian tahun. Dalam cerita rakyat, Nian dipercaya takut pada warna merah, cahaya terang, dan suara keras. Karena itulah masyarakat menggunakan kain merah, lampion, dan petasan untuk mengusirnya.
Kisah tersebut terus diceritakan dari generasi ke generasi hingga akhirnya melekat kuat dalam rangkaian perayaan Imlek. Walaupun saat ini banyak orang memaknainya sebagai cerita simbolis, nilai yang terkandung di dalamnya tetap dijaga dan dihormati. Dari sanalah warna merah semakin dipercaya sebagai lambang penolak bala sekaligus simbol doa agar terhindar dari hal-hal buruk.
3. Warna emas sebagai lambang kemakmuran dan rezeki

Jika merah melambangkan kebahagiaan, emas merepresentasikan kemakmuran dan kekayaan. Warna emas sering diasosiasikan dengan logam mulia yang bernilai tinggi, sehingga menjadi simbol rezeki berlimpah. Dalam dekorasi Imlek, warna emas kerap dipadukan dengan merah untuk memperkuat makna keberuntungan.
Hiasan berbentuk koin emas, kaligrafi simbol keberuntungan, hingga gantungan dekoratif banyak menggunakan sentuhan emas. Warna ini memancarkan kilau hangat yang membuat ruangan terasa lebih megah dan berkelas. Kombinasi keduanya bukan hanya memperindah tampilan rumah, tetapi juga merepresentasikan harapan akan kemakmuran dan kebahagiaan di tahun yang baru.
4. Filosofi warna dalam budaya Tiongkok

Dalam pandangan filosofi tradisional Tiongkok, setiap warna tidak dipilih secara sembarangan karena diyakini merepresentasikan unsur dan nilai tertentu dalam kehidupan. Warna merah kerap diasosiasikan dengan elemen api yang mencerminkan semangat, kekuatan, serta daya hidup yang menyala. Sementara itu, warna emas atau kuning keemasan identik dengan simbol kejayaan, kehormatan, dan kemakmuran yang tinggi nilainya dalam budaya tersebut.
Pemilihan warna saat Imlek bukan sekadar tren dekorasi, melainkan bagian dari simbolisme budaya yang kaya. Setiap ornamen yang dipasang di rumah membawa harapan akan keseimbangan dan harmoni. Itulah sebabnya dekorasi Imlek terasa sarat makna, bukan hanya sekadar mempercantik tampilan.
5. Kombinasi merah dan emas sebagai harapan di tahun baru

Kombinasi merah dan emas pun menjadi pilihan yang hampir tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Dua warna ini saling menguatkan makna, menghadirkan simbol sukacita sekaligus harapan akan rezeki yang melimpah. Tak heran jika keduanya mendominasi dekorasi rumah, busana, sampai berbagai ornamen yang digunakan saat berkumpul bersama keluarga.
Kehadirannya seakan menjadi doa visual yang menyambut awal tahun dengan optimisme. Meski zaman terus berubah, simbol warna ini tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan pada tradisi. Lebih dari sekadar dekorasi, merah dan emas adalah representasi harapan agar tahun yang baru membawa keberuntungan, keselamatan, dan rezeki berlimpah.
Dekorasi Imlek didominasi warna merah dan emas bukan sekadar soal tampilan yang meriah, tapi juga tentang doa dan harapan yang menyertainya. Setiap dekorasi yang terpasang menyimpan makna mendalam tentang kebahagiaan, perlindungan, dan kemakmuran di tahun yang baru. Jadi, saat kamu melihat kilau merah dan emas menghiasi sudut ruangan, ingatlah bahwa di baliknya ada filosofi panjang yang membuat perayaan ini terasa semakin istimewa.


















