Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Imlek Harus Pakai Baju Baru? Ini 7 Maknanya!

ilustrasi pakaian Imlek
ilustrasi pakaian Imlek (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya sih...
  • Memakai baju baru melambangkan awal kehidupan yang benar-benar baru
  • Pakaian baru dipercaya membantu menarik energi positif dan keberuntungan
  • Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur dan keluarga
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun Baru Imlek selalu dirayakan masyarakat Tionghoa di berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai momen pergantian tahun berdasarkan kalender lunar yang sarat makna budaya dan spiritual. Perayaan ini identik dengan kumpul keluarga, doa bersama, makan besar, serta berbagai simbol keberuntungan yang dipercaya membawa energi positif sepanjang tahun. Di tengah berbagai tradisi tersebut, ada satu kebiasaan yang hampir selalu dilakukan, yakni mengenakan pakaian baru saat hari pertama Imlek tiba.

Bagi sebagian orang, kebiasaan ini mungkin terlihat sederhana, bahkan sekadar soal penampilan. Namun, di baliknya tersimpan filosofi mendalam tentang harapan, rezeki, penghormatan, hingga semangat memulai lembaran baru. Lalu, sebenarnya kenapa Imlek harus pakai baju baru dan apa saja makna yang terkandung di dalamnya? Yuk, simak tujuh alasan lengkapnya di bawah ini.

Table of Content

1. Memakai baju baru melambangkan awal kehidupan yang benar-benar baru

ilustrasi pakaian Imlek
ilustrasi pakaian Imlek (pexels.com/Thành Đỗ)

Salah satu alasan utama kenapa Imlek harus pakai baju baru adalah karena tradisi ini melambangkan permulaan yang bersih dan segar, baik secara simbolis maupun emosional. Tahun baru dalam budaya Tionghoa tidak hanya dipandang sebagai pergantian angka, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meninggalkan berbagai kesulitan, kegagalan, serta pengalaman kurang menyenangkan yang terjadi di tahun sebelumnya. Dengan mengenakan pakaian baru, seseorang seperti memberi tanda pada dirinya sendiri bahwa ia siap membuka lembaran baru dengan semangat dan harapan yang lebih baik.

Makna ini menjadi semakin kuat karena pakaian adalah hal yang melekat langsung pada tubuh dan identitas seseorang. Saat seseorang mengganti pakaian lama dengan yang baru, ada simbol transformasi yang ikut menyertainya, seolah-olah ia juga sedang memperbarui cara pandang dan sikap hidupnya. Inilah sebabnya, kenapa Imlek harus pakai baju baru tidak sekadar berkaitan dengan penampilan, melainkan juga tentang kesiapan mental untuk melangkah ke fase kehidupan berikutnya dengan optimisme.

2. Pakaian baru dipercaya membantu menarik energi positif dan keberuntungan

ilustrasi pakaian Imlek
ilustrasi pakaian Imlek (pexels.com/Võ Văn Tiến)

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, setiap detail perayaan Imlek memiliki makna simbolik, termasuk soal pakaian yang dikenakan. Pakaian baru yang bersih dan rapi dipercaya mampu menarik energi positif serta membantu menjauhkan diri dari hal-hal yang dianggap membawa kesialan. Keyakinan ini tumbuh dari filosofi bahwa segala sesuatu yang baru akan membawa suasana dan vibrasi yang lebih segar dibandingkan dengan sesuatu yang sudah lama atau usang.

Selain kondisi pakaian, pemilihan warna juga kerap menjadi perhatian khusus dalam perayaan Imlek. Warna merah dan emas sering dipilih karena melambangkan keberanian, kebahagiaan, serta kemakmuran yang diharapkan hadir sepanjang tahun. Oleh karena itu, ketika muncul pertanyaan kenapa Imlek harus pakai baju baru, jawabannya tidak bisa dilepaskan dari harapan akan keberuntungan dan energi baik yang ingin disambut sejak hari pertama tahun baru.

3. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur dan keluarga

ilustrasi pakaian Imlek
ilustrasi pakaian Imlek (pexels.com/Võ Văn Tiến)

Imlek bukan hanya perayaan meriah, tetapi juga momen sakral yang diisi dengan kegiatan penghormatan kepada leluhur serta doa bersama keluarga. Dalam banyak keluarga, hari pertama Imlek dimulai dengan sembahyang dan ritual tertentu sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada generasi terdahulu. Mengenakan pakaian baru dalam konteks ini menjadi simbol kesungguhan dan rasa hormat terhadap tradisi yang dijalankan.

Berpakaian rapi dan baru juga mencerminkan keseriusan seseorang dalam mengikuti rangkaian acara keluarga yang penuh makna tersebut. Tindakan ini menunjukkan bahwa ia tidak memandang perayaan Imlek sebagai rutinitas biasa, melainkan sebagai momen penting yang layak disambut dengan sikap terbaik. Karena itulah, kenapa Imlek harus pakai baju baru juga berkaitan erat dengan nilai etika, tata krama, dan penghargaan terhadap warisan budaya keluarga.

4. Baju baru menjadi simbol rezeki, kemakmuran, dan rasa syukur

ilustrasi pakaian Imlek
ilustrasi pakaian Imlek (pexels.com/Hải Nguyễn)

Jika menengok ke masa lalu, tidak semua orang memiliki akses mudah untuk membeli pakaian baru setiap saat. Pada zaman dahulu, sebagian keluarga bahkan hanya memiliki satu atau dua set pakaian yang dipakai sepanjang tahun untuk berbagai keperluan. Oleh karena itu, mampu mengenakan pakaian baru saat Imlek menjadi simbol bahwa keluarga tersebut memiliki rezeki yang cukup dan kehidupan yang relatif sejahtera.

Seiring waktu, makna ini berkembang menjadi simbol kemakmuran dan rasa syukur atas berkat yang telah diterima sepanjang tahun sebelumnya. Dengan membeli atau menyiapkan baju baru, keluarga seolah menyatakan harapan agar rezeki di tahun yang akan datang semakin lancar dan berlimpah. Maka, ketika ditanya kenapa Imlek harus pakai baju baru, salah satu jawabannya adalah karena pakaian tersebut menjadi representasi doa dan harapan akan kesejahteraan.

5. Kebiasaan ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu

ilustrasi pakaian Imlek
ilustrasi pakaian Imlek (pexels.com/RDNE Stock project)

Secara historis, tradisi memakai pakaian baru saat Imlek sudah ada sejak ratusan tahun silam dan diwariskan secara turun-temurun. Pada masa Dinasti Song, para petani di sekitar Sungai Kuning menerima upah tahunan menjelang pergantian tahun, lalu menggunakan sebagian dari penghasilan tersebut untuk membeli atau membuat pakaian baru bagi keluarga mereka. Tindakan ini menjadi simbol pembaruan hidup setelah bekerja keras sepanjang tahun.

Kebiasaan tersebut kemudian menyebar dan menjadi bagian dari budaya masyarakat secara lebih luas. Meskipun kondisi ekonomi dan gaya hidup masyarakat modern telah berubah, nilai simbolik dari pakaian baru tetap dipertahankan hingga kini. Hal ini menunjukkan bahwa jawaban atas pertanyaan kenapa Imlek harus pakai baju baru juga berkaitan dengan upaya menjaga kontinuitas sejarah dan identitas budaya.

6. Pakaian baru mencerminkan kebersihan diri secara fisik dan spiritual

ilustrasi pakaian Imlek
ilustrasi pakaian Imlek (pexels.com/Tuấn Kiệt Jr.)

Menjelang Imlek, banyak keluarga melakukan tradisi membersihkan rumah secara menyeluruh sebagai simbol membuang nasib buruk dan energi negatif dari tahun sebelumnya. Rumah yang bersih dianggap siap menyambut keberuntungan yang akan datang di tahun baru. Dalam konteks yang sama, mengenakan pakaian baru menjadi simbol pembersihan diri secara pribadi.

Secara makna yang lebih dalam, pakaian baru melambangkan niat untuk memperbaiki diri dan memulai tahun dengan hati yang lebih jernih. Tradisi ini mengingatkan bahwa perayaan Imlek bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga tentang refleksi dan evaluasi diri. Karena itu, kenapa Imlek harus pakai baju baru juga berkaitan dengan kesiapan spiritual untuk menjalani tahun yang baru dengan sikap yang lebih baik.

7. Baju baru membantu menciptakan rasa percaya diri dan suasana bahagia

ilustrasi pakaian Imlek
ilustrasi pakaian Imlek (pexels.com/Nguyen Truong Khang)

Selain makna simbolis dan historis, ada alasan psikologis yang membuat tradisi ini tetap relevan hingga sekarang. Mengenakan pakaian baru sering kali memberikan rasa percaya diri tambahan karena seseorang merasa tampil lebih segar dan menarik. Perasaan positif ini tentu mendukung suasana perayaan yang penuh tawa dan kebersamaan.

Imlek biasanya diisi dengan silaturahmi, makan bersama, serta momen berfoto keluarga yang menjadi kenangan berharga. Dengan mengenakan pakaian baru, suasana terasa lebih spesial dan berbeda dari hari biasa, sehingga menambah kesan istimewa pada momen tersebut. Pada akhirnya, kenapa Imlek harus pakai baju baru tidak hanya soal simbol tradisi, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan sederhana yang mempererat hubungan keluarga.

Itulah tujuh alasan kenapa Imlek harus pakai baju baru yang sarat makna filosofis, historis, dan emosional. Meski tidak bersifat wajib, tradisi ini tetap menjadi bagian penting dari perayaan bagi banyak keluarga Tionghoa. Lebih dari sekadar soal gaya, baju baru saat Imlek adalah simbol harapan, rasa syukur, dan optimisme untuk menyambut tahun yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

Di Balik Langkah PUMA Indonesia Menuju Podium Planet Sports Run 2026

16 Feb 2026, 10:31 WIBMen