kue ku khas Imlek (YouTube.com/The Meatmen Channel)
Dalam perayaan, khususnya Imlek, warna memiliki makna simbolis yang kuat dan dipercaya membawa energi baik bagi kehidupan. Warna merah identik dengan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi negatif. Merah sering digunakan pada dekorasi, pakaian, hingga sajian makanan sebagai doa agar tahun yang baru dipenuhi sukacita, kelancaran rezeki, dan keberanian untuk memulai hal-hal baik. Kehadiran warna merah pada hidangan tradisional juga menjadi simbol penyambutan hangat bagi keluarga dan tamu.
Sementara itu, warna hijau melambangkan pertumbuhan, keseimbangan, dan keharmonisan. Hijau mencerminkan harapan akan kehidupan yang terus berkembang, kesehatan yang terjaga, serta hubungan keluarga yang semakin erat. Dalam sajian perayaan, warna hijau sering dimaknai sebagai penyeimbang dari semangat merah, menghadirkan ketenangan dan keberlanjutan.
Perpaduan merah dan hijau pada hidangan bukan sekadar estetika, tetapi juga wujud doa akan kebahagiaan, kemakmuran, dan kehidupan yang selaras di tahun yang baru. Perpaduan keduanya membuat kue ku semakin istimewa sebagai sajian perayaan Imlek.
Kue ku ini memiliki cita rasa manis yang lembut dan kenyal. Kulitnya memiliki rasa gurih ringan dari santan yang berpadu dengan isian kacang hijau yang legit dan halus. Kombinasi yang seimbang sehingga cocok disantap sebagai camilan maupun sajian saat Imlek.
Dengan takaran resep kue ku di atas, adonan ini menghasilkan sekitar 15–18 buah kue ku ukuran sedang, tergantung besar cetakan dan banyaknya isian yang digunakan. Jumlah ini cukup ideal untuk sajian keluarga atau dibagi sebagai hantaran kecil saat Imlek. Jadi, selamat mencoba resepnya ya!