Roti buaya merupakan salah satu simbol penting dalam pernikahan adat Betawi dan menjadi lambang kesetiaan dalam sebuah perkawinan. Dulunya roti ini dibuat tanpa isi dan bertekstur sangat keras.
Bukan untuk dimakan, melainkan dipajang selama prosesi pernikahan sebelum kemudian disimpan di kamar pengantin hingga hancur dengan sendirinya. Hal tersebut memiliki filosofi jika hubungan suami istri hanya bisa dipisahkan oleh maut.
Namun, saat ini roti buaya dibuat manis, empuk, dan diberi isian beragam, seperti cokelat hingga keju. Tak lagi hanya jadi pajangan, tujuannya adalah untuk disantap atau dibagikan kepada para tamu.
Terlepas dari bentuknya yang terlihat unik sekaligus rumit, bahan-bahan untuk membuat roti buaya secara umum mirip dengan roti manis biasa. Namun, ada beberapa detail yang perlu diperhatikan terutama saat membentuk adonannya.