ilustrasi tempoyak ikan patin (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)
Pilih ikan patin yang masih segar. Ikan patin segar akan menghasilkan rasa yang lebih enak dan membantu mengurangi aroma amis pada masakan.
Jangan terlalu sering mencuci ikan. Bersihkan ikan secukupnya agar dagingnya gak mudah hancur saat dimasak.
Sesuaikan jumlah tempoyak. Kalau baru pertama kali mencoba, gunakan 2–3 sendok makan terlebih dahulu. Jumlahnya bisa ditambah kalau kamu suka rasa asam dan aroma durian yang lebih kuat.
Tumis tempoyak bersama bumbu. Langkah ini membantu mencampurkan rasa tempoyak dengan bumbu sebelum ikan dimasukkan ke dalam kuah.
Jangan terlalu sering mengaduk ikan. Daging patin cukup lembut sehingga mudah hancur. Lebih baik goyangkan wajan perlahan kalau ingin kuah tercampur.
Tempoyak punya tingkat keasaman yang berbeda-beda, jadi garam dan gula sebaiknya ditambahkan setelah kuah mulai matang.
Tempoyak ikan patin punya rasa yang mungkin terasa asing bagi lidah terutama pada suapan pertama, apalagi kalau kamu belum terbiasa dengan masakan berbahan fermentasi durian. Namun, perpaduan kuah asam, pedas, dan gurihnya justru bikin lauk sederhana ini terasa berbeda dari olahan ikan patin lainnya. Kalau punya stok tempoyak di rumah, sudah siap mencoba resep satu ini?