Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Tips Mengontrol Hunger Pangs, Rasa Lapar Palsu!
ilustrasi orang makan karena hunger pangs (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pernah dengan istilah "hunger pangs" atau "hunger pain"? Hunger pangs atau rasa sakit karena lapar disebabkan oleh iritasi pada lapisan lambung

Saat perut kosong setelah mencerna makanan, dinding lambung bersentuhan dan bergesekan satu sama lain. Pada kondisi perut yang normal, gesekan itu tidak menimbulkan apa pun. Akan tetapi, pada perut yang kosong, gesekan tersebut menyebabkan nyeri.

Hunger pangs bukanlah rasa lapar yang sesungguhnya. Ini merupakan rasa lapar palsu yang menyebabkan keinginan untuk makan meskipun tidak ada kebutuhan makan.

Jika seseorang yang merasakan hunger pangs meneruskan nafsunya untuk makan, iritasi perut akan makin parah karena organ pencernaan tidak sempat beristirahat. Ini akan menyebabkan iritasi terjadi berulang, keinginan makan tak kunjung hilang, dan akhirnya berat badan meningkat.

Berikut ini tips yang bisa kamu lakukan untuk mengontrol hunger pangs atau rasa lapar palsu.

1. Tidur nyenyak

ilustrasi tidur nyenyak (pexels.com/Kampus Production)

Kurang tidur otomatis meningkatkan keinginan untuk makan. Ini karena hormon melatonin akan "menghasut" nafsu makan menjadi menggila jika seseorang kurang tidur. Usahakan untuk tidur selama tujuh hingga sembilan jam per malam untuk kontrol nafsu makan yang lebih baik.

2. Tetap terhidrasi

ilustrasi minum air putih (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Air sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Air putih serta buah-buahan dan sayuran yang kandungan airnya tinggi dapat membantu mengurangi rasa lapar.

Rasa lapar dan haus mudah disalahartikan. Minum setidaknya delapan gelas per hari dianjurkan untuk menekan nafsu makan. Juga, kalau kamu merasa lapar, coba dulu minum satu gelas air. Kalau rasa lapar tersebut hilang, mungkin kamu sebenarnya cuma haus.

3. Mengunyah permen karet

ilustrasi makan permen karet (pexels.com/Karolina Grabowska)

Mengunyah permen karet dapat mengalihkan perhatian kamu dari mengonsumsi makanan yang tidak sehat secara berlebihan.

Dilansir Hello Doctor, mengunyah permen karet selama 15 menit setiap jam setelah makan siang dapat mengurangi nafsu makan, terutama yang manis-manis, dan mengurangi asupan energi dari camilan sebesar 36 kkal (8,2 persen). Ingat, pilihlah permen karet tanpa gula.

4. Mengunyah makanan dengan perlahan

ilustrasi orang makan (pexels.com/Michael Burrows)

Makan perlahan dapat membantu mengurangi porsi makan dan menghindari jenis makanan berbahaya.

Menurut penelitian, makan perlahan menghasilkan rasa kenyang yang lebih besar, mengurangi intensitas rasa lapar dan membatasi nafsu makan (Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 2009).

5. Sarapan membantu mengontrol rasa lapar

ilustrasi menu sarapan (pexels.com/Angele J)

Sarapan adalah waktu makan penting dalam sehari dan tidak boleh diabaikan. Melewatkan sarapan justru bisa menyebabkan penambahan berat badan dan membuat kamu merasa lapar sepanjang hari, meski sudah makan siang yang mengenyangkan. Memberi nutrisi pada tubuh saat perut kosong pada pagi hari adalah hal yang penting.

6. Makan camilan sehat di antara waktu makan

ilustrasi camilan (pexels.com/BULBFISH)

Ngemil bukanlah hal yang buruk dan akan membantu memberikan tubuh energi yang optimal. Hal utama yang perlu diingat adalah menikmati camilan atau snack dengan bijak.

Mayo Clinic Diet merekomendasikan camilan yang memiliki 100 kalori atau kurang untuk memenuhi target kalori harian kamu. Kamu bisa memilih menu snack seperti buah-buahan, produk susu rendah kalori, dan sup sayur sehat.

7. Konsumsi protein setiap empat jam sekali

ilustrasi makanan berprotein (pexels.com/Oleksandr P)

Protein merupakan senjata utama untuk membunuh rasa lapar. Protein bertindak sebagai penekan nafsu makan untuk membantu mengekang nafsu makan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Wollongong Australia, mengonsumsi 2 hingga 3 ons protein dapat meningkatkan energi sebesar 25 persen dan metabolisme lemak sebesar 32 persen, yang bisa bertahan hingga empat jam.

Unggas dan ikan merupakan sumber protein yang paling direkomendasikan. Sementara untuk vegetarian, protein dapat diperoleh dari kacang-kacangan, tahu dan yoghurt.

8. Berolahraga secara teratur

ilustrasi berolahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Rasa lapar bisa dikendalikan dengan olahraga teratur. Kebugaran dan kesehatan tubuh dapat dicapai melalui 80 persen pola makan sehat dan 20 persen olahraga teratur.

Menurut penelitian, berolahraga secara teratur dapat membantu menekan nafsu makan. Oleh karena itu, buatlah perencanaan yang tepat mengenai kombinasi diet dengan olahraga.

Namun, ingatlah untuk menghindari olahraga berlebihan. Meskipun olahraga bermanfaat untuk keseimbangan hormonal dan kesehatan metabolisme, tetapi olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan kamu sering lapar.

9. Jangan melewatkan waktu makan

ilustrasi orang makan (pexels.com/Nathan Cowley)

Meskipun diet bertujuan untuk menurunkan berat badan, tetapi jangan sesekali melewatkan waktu makan. Melewatkan waktu makan akan merangsang rasa lapar dan makan dengan porsi besar. Makanlah setiap tiga hingga empat jam untuk menghindari perut kosong terlalu lama.

10. Tambahkan rasa pedas dalam makanan

ilustrasi makanan pedas (pexels.com/icon0 com)

Rasa lapar sebagian besar terjadi karena makanan yang tidak memuaskan. Biasanya rasanya terlalu hambar untuk dinikmati. Makanan pedas bisa mempercepat metabolisme dan menekan rasa lapar. Namun, jangan mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan karena bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

Hunger pangs sering kali terasa pada waktu yang tidak tepat. Ini bisa menyerang pada malam hari atau sesudah makan siang. Meskipun hunger pangs adalah hal yang normal, tetapi jangan abaikan jika kamu juga merasa mual, diare, dan demam. Jika itu terjadi, berkonsultasilah dengan dokter.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team