Menurut data InfoDatin Kementrian Kesehatan Indonesia, jumlah penderita kanker di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Data hasil Risketidas tahun 2013 dan tahun 2018 menampilkan adanya peningkatan prevelansi kanker dari 1,4% menjadi 1,49%.
Cara paling umum yang dilakukan untuk mengobati kanker adalah dengan metode kemoterapi. Menurut laman Mayo Clinic, kemoterapi merupakan perawatan obat yang memakai bahan kimia kuat untuk memerangi sel-sel kanker yang tumbuh cepat di tubuh.
Meski begitu, masih ada efek samping kemoterapi yang harus diwaspadai. Dilansir Cancer, efek samping kemoterapi antara lain adalah kehilangan nafsu makan, kelelahan, mudah berdarah dan memar, rambut rontok, infeksi, anemia, sembelit, mual dan muntah, diare, mati rasa, nyeri, dan masih banyak lagi.
Efek samping itu terjadi karena sel kanker dan kemo terapi bertarung cepat di dalam tubuh. Karena obat-obatan kemo cepat menyebar ke seluruh tubuh, mereka bisa mempengaruhi sel-sel yang sehat dan normal ikut rusak dengan cepat. Oleh sebab itu, tubuh perlu mengonsumsi makananan bernutrisi tinggi untuk menyeimbangkan perawatan kanker.
Menurut laporan ilmiah berjudul Oncology, Williston Park, N.Y. tahun 2010, terdapat beberapa makanan yang rasanya enak di perut, ringan, serta padat akan nutrisi. Inilah makanan bernutrisi yang baik dimakan saat dan sesudah kemoterapi tersebut.
