ilustrasi melakukan pemeriksaan kadar gula darah (pexels.com/Gustavo Fring)
WHO menjelaskan bahwa sebagian besar penyakit mata dapat dicegah, misalnnya infeksi, trauma, penggunaan obat tradisional yang tidak aman, penyakit perinatal, penyakit terkait nutrisi, hingga penggunaan obat topikal secara tidak aman.
Melakukan perubahan gaya hidup pada anak-anak, seperti meningkatkan waktu di luar ruangan dan mengurangi melihat dari jarak dekat dapat menunda dan memperlambat perkembangan rabun jauh sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi di masa mendatang.
Selain itu, penting juga untuk mencegah dan menangani penyakit sistemik seperti diabetes dan hipertensi, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit pada mata.
Suplementasi vitamin A untuk mencegah defisiensi vitamin A, campak, dan rubela sangat efektif untuk menurunkan risiko kekeruhan kornea. Sementara itu, pencegahan cedera mata di tempat kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat pelindung mata saat melakukan aktivitas berisiko tinggi, seperti pekerja konstruksi, tukang las, atau olahraga tertentu.
Gangguan penglihatan masih menjadi masalah kesehatan, termasuk di Indonesia. Secara keseluruhan, sebanyak 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan, yang mana 1,6 juta di antaranya mengalami kebutaan.
Gangguan penglihatan dapat mengganggu tumbuh kembang anak, menurunkan produktivitas pada orang dewasa, hingga meningkatkan risiko terjatuh dan patah tulang pada orang tua.