ilustrasi tidur nyenyak (freepik.com/jcomp)
Perubahan jam makan selama Ramadan sering membuat pola tidur ikut berubah. Bangun lebih awal untuk sahur dan aktivitas malam hari setelah berbuka dapat mengurangi waktu tidur jika tidak diatur dengan baik.
Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, memori, dan kemampuan mengambil keputusan.
Untuk menjaga fokus kerja selama puasa, beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:
Mencoba tidur lebih awal di malam hari.
Mempertahankan jadwal tidur yang relatif konsisten.
Memanfaatkan tidur siang singkat jika memungkinkan.
Tidur siang singkat selama 20–30 menit dapat membantu meningkatkan kewaspadaan tanpa menyebabkan rasa kantuk setelah bangun.
Puasa dapat memengaruhi tingkat energi dan konsentrasi kerja. Namun, perubahan ini tidak selalu berarti produktivitas harus menurun. Dengan mengatur pola makan saat sahur, menjaga hidrasi, mengelola ritme kerja, dan tidur cukup, kamu bisa tetap bekerja secara efektif selama berpuasa.
Referensi
Harvard T.H. Chan School of Public Health. “Carbohydrates and Blood Sugar.” Diakses Maret 2026.
Sleep Foundation. “Why Do We Need Sleep?” Diakses Maret 2026.
Lawrence E. Armstrong et al., “Mild Dehydration Affects Mood in Healthy Young Women,” Journal of Nutrition 142, no. 2 (December 22, 2011): 382–88, https://doi.org/10.3945/jn.111.142000.
Jim Waterhouse, “Effects of Ramadan on Physical Performance: Chronobiological Considerations,” British Journal of Sports Medicine 44, no. 7 (May 19, 2010): 509–15, https://doi.org/10.1136/bjsm.2007.071712.