ilustrasi daging merah (pexels.com/J-Steve Pham)
Daging merah yang dikonsumsi bersama lemaknya, tinggi akan kandungan lemak jenuh. Hal ini dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Menurut laporan studi kohort dalam European Journal of Nutrition tahun 2022, konsumsi daging merah dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 20 persen, penyakit jantung koroner sebesar 53 persen, dan stroke yang lebih tinggi.
Selain itu, konsumsi daging merah setiap hari, terlebih sebagai menu utama, juga bisa menghilangkan asupan serat dalam tubuh karena makanan hewani ini tidak menyediakan serat. Sementara itu, serat merupakan nutrisi penting yang juga bermanfaat untuk membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular maupun kolesterol. Masih dari laman National Geographic, dalam diet manusia, serat bukan hanya tentang mendukung kesehatan pencernaan, akan tetapi juga mendukung kesehatan jangka panjang secara keseluruhan.
Konsumsi daging merah bisa menjadi bagian dari diet sehat jika dikonsumsi secara seimbang. Mengonsumsinya setiap hari atau menjadikannya menu utama harian mungkin bukan ide yang bagus. Akan tetapi, kamu bisa menambahkannya sebagai menu pendamping dalam keseimbangan yang tepat. Menurut laman Harvard Health Publishing, rekomendasi umum konsumsi daging merah adalah membatasi konsumsinya tidak lebih dari dua hingga tiga porsi per minggu.
Referensi
“What Happens to Your Body When You Eat Meat Regularly”. Verywell Health. Diakses Mei 2026.
“What really happens to your body when you eat only meat”. National Geographic. Diakses Mei 2026.
“What Happens to Your Body When You Eat Red Meat Every Day”. Eating Well. Diakses Mei 2026.
“What’s the beef with red meat?”. Harvard Health Publishing. Diakses Mei 2026.
“How Much Meat is Too Much?”. Health Matters. Diakses Mei 2026.
“Red Meat Consumption and All-caused and Cardiovaskular Mortality: Results from The UK Biobank Study". Springer Nature Link. Diakses Mei 2026.