Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Minum Air Putih Terlalu Banyak saat Sahur Bikin Overhidrasi?
ilustrasi air putih (unsplash.com/engin akyurt)
  • Tubuh punya batas alami dalam mengatur cairan; minum air terlalu banyak saat sahur bisa ganggu keseimbangan natrium dan bikin ginjal kerja ekstra.
  • Overhidrasi bisa terjadi kalau asupan cairan melebihi kemampuan tubuh membuangnya, memicu gejala seperti mual, pusing, hingga hiponatremia meski kasusnya jarang pada orang sehat.
  • Minum berlebihan saat sahur tidak cegah haus sepanjang puasa; lebih efektif bagi asupan air bertahap dari berbuka hingga sahur agar tubuh tetap segar dan terhidrasi optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah kamu pernah terpikir, benarkah minum air putih terlalu banyak saat sahur bisa memicu overhidrasi? Tak sedikit orang sengaja “mengisi penuh” asupan cairan dengan minum sebanyak mungkin sebelum imsak agar tidak mudah haus sepanjang puasa. Namun, tubuh tetap memiliki batas dalam mengatur kesimbangan cairan dan elektrolit agar fungsinya berjalan optimal.

Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam waktu singkat, air putih justru bisa memicu rasa kembung, mual, hingga gangguan keseimbangan natrium dalam darah. Kondisi inilah yang dikenal sebagai overhidrasi, meski kasusnya tergolong jarang terjadi pada orang sehat. Agar puasa Ramadan tetap lancar dan tubuh terasa segar sepanjang hari, yuk kenali penjelasan medisnya serta strategi aman dalam memenuhi asupan cairan saat sahur.

1. Tubuh memiliki batas dalam mengatur keseimbangan cairan

ilustrasi minum air putih (freepik.com/freepik)

Tubuh manusia memiliki sistem alami untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit melalui kerja ginjal. Ketika kamu minum air putih terlalu banyak saat sahur dalam waktu singkat, ginjal akan bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan cairan melalui urine. Selama tidak melampaui kebutuhan harian, tubuh cenderung mampu mengatur cairan secara optimal.

Namun, minum air dalam jumlah berlebihan dalam satu waktu dapat membuat kadar cairan dalam darah terlalu encer. Kondisi ini berpotensi mengganggu keseimbangan natrium yang berperan penting dalam menjaga fungsi saraf dan kerja otot.

2. Risiko overhidrasi dan gangguan elektrolit

ilustrasi risiko overhidrasi (freepik.com/freepik)

Overhidrasi terjadi ketika asupan cairan jauh melebihi kemampuan tubuh untuk mengeluarkannya. Dalam kondisi ekstrem, kadar natrium dalam darah bisa menurun dan memicu gangguan yang dikenal sebagai hiponatremia. Gejalanya dapat berupa sakit kepala, mual, perut terasa penuh, hingga tubuh terasa lemas.

Dalam kondisi yang sangat jarang dan berat, gangguan ini dapat menimbulkan dampak serius terhadap kinerja otak. Meski risiko overhidrasi saat sahur tergolong kecil pada orang sehat, kebiasaan mengonsumsi air putih secara berlebihan tetap tidak dianjurkan. Menjaga keseimbangan cairan tubuh jauh lebih penting daripada sekadar berupaya menghindari rasa haus sepanjang hari.

3. Minum terlalu banyak saat sahur tidak menjamin tidak haus

ilustrasi minum saat sahur (pexels.com/Thirdman)

Tidak sedikit orang meyakini bahwa semakin banyak minum air putih saat sahur, maka risiko merasa haus saat puasa akan semakin kecil. Faktanya, tubuh tidak dirancang untuk menyimpan air dalam jumlah besar untuk digunakan sepanjang hari. Cairan yang dikonsumsi secara berlebihan justru akan cepat dibuang melalui urine dalam beberapa jam pertama setelah diminum.

Akibatnya, kamu bisa lebih sering ke kamar mandi sebelum waktu imsak dan merasa kurang nyaman. Rasa haus saat puasa lebih dipengaruhi oleh aktivitas, suhu lingkungan, serta jenis makanan yang dikonsumsi. Mengatur pola minum dari berbuka hingga sahur jauh lebih efektif dibanding minum berlebihan sekaligus.

4. Pola minum yang tepat lebih penting daripada jumlah yang berlebihan

ilustrasi minum air putih (unsplash.com/engin akyurt)

Strategi yang lebih aman adalah membagi asupan cairan secara bertahap sejak berbuka puasa hingga sahur. Pola seperti dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan harian. Cara ini memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap dan memproses cairan secara optimal.

Selain minum air putih, kamu juga bisa mendapatkan cairan dari buah dan sayuran yang memiliki kandungan air tinggi. Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu asin saat sahur turut membantu menekan rasa haus sepanjang hari. Dengan pengaturan yang seimbang, kebutuhan cairan tetap tercukupi tanpa meningkatkan risiko overhidrasi.

5. Tanda tubuh mendapatkan cairan yang cukup

ilustrasi tubuh yang mendapat cairan yang cukup (freepik.com/prostooleh)

Tubuh yang terhidrasi dengan baik biasanya ditandai dengan warna urine yang jernih hingga kuning muda. Kamu juga tidak merasa pusing, lemas berlebihan, atau sangat haus di pagi hari. Jika setelah sahur perut terasa terlalu penuh dan tidak nyaman, itu bisa menjadi sinyal bahwa kamu minum air putih terlalu banyak.

Menjaga keseimbangan menjadi faktor penting agar kondisi tubuh tetap prima selama berpuasa. Mencukupi asupan cairan tidak berarti harus mengonsumsi air dalam jumlah besar dalam satu waktu. Saat kamu memahami kemampuan tubuh dalam mengelola cairan, ibadah puasa pun dapat dijalani dengan lebih sehat dan nyaman.

Minum air putih saat sahur memang penting, tetapi jumlah dan polanya tetap harus diperhatikan agar tidak berlebihan. Alih-alih minum sebanyak mungkin, fokuslah pada strategi yang tepat supaya tubuh tetap terhidrasi tanpa risiko overhidrasi. Yuk, mulai atur pola minum dari sekarang agar puasa tetap lancar, tubuh terasa prima, dan ibadahmu makin maksimal setiap hari.

Referensi

“Hyponatremia.” Mayo Clinic. Diakses Maret 2026.

“Water Intoxication.” MedlinePlus. Diakses Maret 2026.

“Drinking Too Much Water (Water Intoxication).” Cleveland Clinic. Diakses Maret 2026.

“Hiponatremia: Diagnosis dan Tatalaksana.” Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. Diakses Maret 2026.

“Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit pada Pasien Dewasa.” Cermin Dunia Kedokteran (CDK). Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team