Secara umum, durian memang kaya akan nutrisi serta tidak mengandung kolesterol maupun lemak jahat. Namun, di sisi lain, buah ini juga memiliki kandungan kalori tinggi. Selain itu, durian juga merupakan buah yang memiliki gula alami dalam bentuk fruktosa dan glukosa.
Konsumsi durian secara berlebihan dapat berbahaya bagi penderita diabetes. Lebih lanjut, lonjakan gula darahnya pun dapat memicu efek penglihatan kabur bahkan mual, melansir sumber yang sama.
Di luar itu, kandungan potasium yang tinggi pada durian memang membantu kerja otot, tetapi dapat menyebabkan kelebihan kalium pada penderita ginjal lemah. Selain itu, kalium tinggi juga dapat memperburuk kesehatan jantung.
Masalah lain akibat terlalu banyak mengonsumsi durian adalah risiko kegemukan. Ingat, buah ini tinggi kalori yang mungkin tidak sesuai dengan porsi konsumsi harianmu. Oleh karenanya, penting bagi individu dengan kondisi tersebut untuk memperhatikan batas aman mengonsumsi durian.
Durian juga dapat menimbulkan efek samping serius jika dikombinasikan dengan alkohol. Senyawa mirip sulfur dalam durian dapat mencegah enzim tertentu untuk memecah alkohol yang masuk ke dalam tubuh. Alhasil, terjadi peningkatan kadar alkohol dalam darah yang dapat memicu efek muntah hingga jantung berdebar, melansir Healthline.
Batas aman konsumsi durian ini berlaku harian, ya. Jika kamu memiliki kondisi tertentu, mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter merupakan langkah yang tepat. Mencegah efek samping lebih baik daripada mengobatinya, bukan?
Berapa batas aman makan durian? | Umumnya 1—2 potong besar (100—150 gram) per hari sudah cukup untuk orang dewasa sehat. |
Kenapa durian tidak boleh dimakan berlebihan? | Karena durian tinggi kalori, gula, dan lemak, yang bisa memicu panas dalam dan naik gula darah. |
Bolehkah makan durian setiap hari? | Tidak disarankan, sebaiknya dibatasi dan tidak rutin harian. |