Dr. Julia Tzu, pendiri dan direktur medis Wall Street Dermatology di New York dalam InStyle menjelaskan bahwa langkah tersebut tidak perlu. Jika deodoran mengandung antiperspiran, produk ini justru dapat menggumpalkan protein di saluran keringat secara terus-menerus yang tentu berarti kurang baik.
Sementara itu, Byrdie menjelaskan sebaliknya. Mengaplikasikan deodoran dengan antiperspiran saat malam hari memungkinkan penyerapan bahan aktif yang lebih baik. Alasannya, kelenjar keringat kurang aktif saat malam hari sehingga produk punya waktu untuk mencegah keringat pada esok harinya.
Jadi, kapan deodoran sebaiknya digunakan? Well, waktu efektif penggunaan deodoran adalah saat kulit bersih dan benar-benar kering. Waktu tepatnya bisa kapan saja selagi kamu membutuhkannya.
Di luar itu, mengaplikasikan deodoran saat kulit basah (karena keringat atau air) justru dapat meningkatkan aktivitas bakteri. Hasilnya, aroma tubuh berisiko menjadi lebih tajam alias jadi bau.
Jadi, benarkah deodoran malam lebih efektif mencegah bau badan? Terkait hal tersebut tergantung kamu menganggapnya bagaimana. Pasalnya, setiap tubuh mungkin berbeda. Namun, yang jelas kamu harus menggunakannya saat kulit kering sehingga bakteri tidak berkembang.