ilustrasi klepon (vecteezy.com/Jennifer Miranda Lobijin)
Banyak takjil terlihat ringan karena porsinya kecil, tetapi kandungan kalori di dalamnya sering cukup tinggi. Gorengan, santan, gula, serta tepung dapat membuat satu porsi kecil memiliki energi besar. Jika beberapa jenis dikonsumsi sekaligus, total kalori yang masuk bisa setara satu kali makan berat. Kondisi ini sering tidak disadari karena takjil dianggap hanya makanan pembuka.
Kelebihan kalori yang terjadi berulang dapat disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut meningkatkan risiko kenaikan berat badan selama bulan puasa. Situasi ini juga dapat memperbesar risiko gangguan metabolik jika berlangsung terus-menerus. Mengatur jumlah takjil menjadi langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan energi. Memilih porsi secukupnya membantu tubuh tetap sehat selama puasa.
Mengonsumsi takjil dalam jumlah banyak sekaligus memang terasa memuaskan setelah seharian menahan lapar, tetapi tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan proses pencernaan dan metabolisme secara bertahap. Mengatur porsi, mendahulukan minum air, serta memberi jeda sebelum makan utama dapat membantu mencegah berbagai dampak yang sering tidak disadari. Jika sudah mengetahui efeknya, masihkah kebiasaan makan takjil berlebihan ingin dipertahankan?
Referensi
"Fasting and Digestive Disorders" Cleveland Clinic Abu Dhabi. Diakses pada Februari 2026.
"What are the best foods to break a fast with?" Medical News Today. Diakses pada Februari 2026.
"The Perils of Junk Food on Iftar Menus" Daya-Varia. Diakses pada Februari 2026.
"Is Eating Too Fast Unhealthy?" NM. Diakses pada Februari 2026.