ilustrasi kepanasan di bawah paparan sinar matahari (medicalnewstoday.com)
Itulah cara-cara simpel tetapi ampuh untuk mengusir gerah saat cuaca panas dan terik. Bukan cuma tidak gerah, cara-cara ini juga penting untuk menjaga kesehatan. Dokter Davis memperingatkan kalau heat exhaustion dan heatstroke bisa berbahaya untuk kesehatan dan dapat berakibat fatal.
Faktanya, Dr. Curry-Winchell mengingatkan kalau organ seperti otak dan jantung harus dijaga suhunya, antara 36,1 hingga 37,2 derajat Celcius. Dengan begitu, tubuh akan mengatur suhunya secara otomatis dengan berkeringat.
“Ketika berkeringat tidak cukup untuk mengatur suhu tubuh, panas berlebih dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan panas, seperti kelelahan akibat panas atau sengatan panas,” kata Dr. Curry-Winchell.
Heat exhaustion dapat melibatkan gejala ringan hingga serius, seperti:
- Rasa haus yang berlebihan
- Kram otot
- Mual
- Pusing
- Keringat berlebih
- Kelelahan
ilustrasi heat stroke dan heat exhaustion (mydr.com.au)
Selain heat exhaustion, heatstroke (ketika suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat Celcius) juga dapat berakibat fatal. Gejala-gejala yang umum terlihat adalah:
- Sakit kepala hebat
- Kelinglungan
- Penurunan kesadaran
- Berhenti berkeringat
Bayi, anak-anak, dan lansia terpapar risiko yang lebih tinggi terkena heat exhaustion dan heatstroke karena sulit bagi tubuh mereka untuk mengatur suhu di kala panas. Selain itu, pasien yang sedang sakit atau mereka yang sedang menjalani terapi obat juga berisiko tinggi.
“Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal memiliki kondisi kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, atau penyakit ginjal, pastikan untuk berbicara dengan dokter tentang cara untuk tetap aman dalam panas yang ekstrem,” tutup Dr. Curry-Winchell.