ilustrasi me time (vecteezy.com/Tonefoto grapher)
Mudik identik dengan kebersamaan, tetapi bukan berarti setiap waktu harus dihabiskan dalam keramaian tanpa jeda. Terlalu lama berada dalam situasi ramai bisa membuat pikiran terasa penuh. Memberi ruang untuk diri sendiri bukan berarti menjauh, tetapi menjaga keseimbangan agar tidak kelelahan secara mental.
Waktu singkat untuk duduk sendiri, berjalan sebentar, atau sekadar diam tanpa distraksi bisa membantu pikiran kembali segar. Hal ini penting agar energi mental tetap terjaga hingga perjalanan selesai. Dengan cara ini, kebersamaan tetap terasa hangat tanpa mengorbankan kesehatan diri sendiri.
Mudik tidak hanya soal sampai di tujuan, tetapi juga bagaimana kondisi diri tetap terjaga sepanjang perjalanan. Menjaga kesehatan mental selama mudik bisa dimulai dari hal sederhana yang sering diabaikan. Jika tubuh dan pikiran sama-sama terawat, perjalanan akan terasa lebih ringan dan bermakna. Lantas, sudahkah kamu benar-benar memperhatikan kondisi mentalmu saat mudik?
Referensi
"Changes in Depression, Anxiety, and Stress Levels during a Religious Period: A Prospective Cohort Study". International Journal of Mental Health Promotion. Diakses Maret 2026.
"Protect your mental health during Eid and beyond: Remain grateful and hopeful". WHO. Diakses pada Maret 2026.
"Navigating Emotional Challenges and Depression During Eid". Muslim Pro. Diakses pada Maret 2026.