Keseringan tidur bisa membuat waktu berbuka atau sahur menjadi terburu-buru. Makan terlalu cepat atau melewatkan asupan cairan yang cukup berpotensi memicu dehidrasi dan gangguan lambung.
Penting untuk menjaga hidrasi demi menunjang fungsi kognitif dan fisik yang optimal.
Jika jadwal tidur membuat waktu makan tidak optimal, dampaknya bisa terasa sepanjang hari.
Tidur adalah kebutuhan biologis. Namun, terlalu banyak tidur bukan solusi ideal untuk mengatasi rasa lelah saat puasa. Tubuh bekerja paling baik dalam ritme yang konsisten dan seimbang.
Menjaga durasi tidur malam yang cukup, membatasi tidur siang sekitar 20–30 menit bila perlu, serta tetap aktif secara fisik dapat membantu menjaga energi selama Ramadan.
Referensi
National Institute of General Medical Sciences. “Circadian Rhythms.” Diakses Februari 2026.
American Academy of Sleep Medicine. “How Much Sleep Do Adults Need?” Diakses Februari 2026.
World Health Organization. “Physical Activity Guidelines.” Diakses Februari 2026.
Min Du, Min Liu, and Jue Liu, “The Association Between Sleep Duration and Risk of Mortality in Chinese Older Adults: A National Cohort Study,” Journal of Clinical Sleep Medicine 17, no. 9 (April 29, 2021): 1821–29, https://doi.org/10.5664/jcsm.9278.
Cleveland Clinic. “Oversleeping and Headaches.” Diakses Februari 2026.
Long Zhai, Hua Zhang, and Dongfeng Zhang, “SLEEP DURATION AND DEPRESSION AMONG ADULTS: A META-ANALYSIS OF PROSPECTIVE STUDIES,” Depression and Anxiety 32, no. 9 (June 5, 2015): 664–70, https://doi.org/10.1002/da.22386.
National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine. "Dietary Reference Intakes for Water." Diakses Februari 2026.