Beberapa penelitian menunjukkan bahwa semangka sendiri mungkin berkontribusi dalam meningkatkan komposisi tubuh, tetapi belum ada studi yang secara khusus meneliti efek penurunan berat badan dari diet semangka.
Misalnya, sebuah studi menemukan bahwa menambahkan semangka ke dalam diet antiinflamasi dapat membantu mengurangi persentase lemak tubuh, berat badan, indeks massa tubuh, dan peradangan.
Tinjauan lain yang melibatkan 33 orang dengan obesitas juga menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi dua cangkir semangka, alih-alih kue rendah lemak, mengalami penurunan yang lebih besar dalam berat badan, persentase lemak tubuh, dan rasio pinggang pinggul.
Para peneliti mencatat bahwa efek semangka mungkin disebabkan oleh kemampuannya untuk:
Meningkatkan rasa kenyang.
Mengurangi nafsu makan, konsumsi makanan, dan keinginan untuk makan.
Namun, belum ada studi yang meneliti efek penurunan berat badan langsung dari diet semangka. Penurunan berat badan yang kamu alami selama diet semangka kemungkinan besar disebabkan oleh defisit kalori yang sangat rendah. Artinya, kamu mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar sepanjang hari. Berat yang kamu hilangkan juga mungkin terdiri dari air dan otot, bukan lemak.
Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa penurunan berat badan yang cepat lebih mungkin menyebabkan penurunan berat air dan massa otot dibandingkan dengan penurunan berat badan bertahap, yang terkait dengan penurunan massa lemak dan persentase lemak tubuh.
Jika ingin menurunkan berat badan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi daripada mencoba diet semangka. Mereka dapat membantu mengembangkan rencana olahraga dan diet yang sesuai untuk masing-masing individu dan dapat meminimalkan risiko komplikasi.