ilustrasi buah dan sayur (freepik.com/Freepik)
Fokus pada makanan yang kaya akan serat larut, fitosterol, dan protein.
Ganti makanan yang tinggi lemak jenuh (saturated fat) atau lemak trans dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh.
Berikut ini makanan yang dianjurkan untuk orang-orang dengan kolesterol tinggi:
1. Buah dan sayuran berwarna-warni
Carilah buah-buahan dan sayuran berwarna-warni seperti beri, anggur, pir, jeruk, apel, tomat, ubi, brokoli, kembang kol, seledri, bayam, kangkung, sayuran berdaun hijau tua, labu, zukini, terung, dan paprika.
Buah-buahan dan sayuran yang bebas kolesterol dan rendah lemak merupakan dasar dari pola makan yang baik.
2. Biji-bijian utuh
Oat, quinoa, barley, wheat berry, flaxseed, couscous, bulgur, dan gandum utuh menyediakan serat, karbohidrat kompleks, dan protein. Kamu bisa membeli roti, pasta, dan sereal yang dibuat dengan beberapa jenis biji-bijian utuh.
Kamu mungkin perlu menghindari beberapa biji-bijian utuh jika kamu tidak bisa mengonsumsi gluten atau kamu memiliki penyakit celiac.
Baca kemasan, pastikan produk yang kamu beli juga rendah lemak, gula, dan sodium. Sebagai contoh, pilih sereal yang memiliki 5 gram atau lebih serat makanan dan kurang dari 8 gram gula per sajian.
3. Daging dan polong-polongan
Pilih dada ayam tanpa kulit, dan bagian daging tanpa lemak seperti tenderloin, bagian paha belakang, sirloin, atau tenderloin. Baca label untuk memastikan daging tersebut setidaknya 92 persen bebas lemak.
Pertimbangkan pengganti daging yang menyehatkan jantung seperti tempe dan tahu.
Pilih polong-polongan tinggi protein seperti kacang hitam, kedelai atau edamame, dan kacang merah.
4. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Ini bisa menjadi camilan atau garnish untuk salad dan pasta. Sediakan kacang-kacangan dan biji-bijian tawar. Jika membeli selain kacang, cari produk yang hanya mengandung kacang, atau kacang dan garam.
5. Produk susu/kalsium
Carilah produk susu rendah lemak seperti yogurt, susu, keju, krim asam, dan krimer. Ikan kaleng seperti sarden dan makerel juga mengandung banyak kalsium.
Kalau kamu tidak toleran terhadap laktosan atau vegan, cobalah sereal dan jus yang diperkaya kalsium atau difortifikasi, dan sayuran berdaun hijau, untuk mengisi kekurangan kalsium.
Susu kedelai, susu almond, dan produk non susu lainnya juga bisa menjadi pilihan. Pilih produk tanpa pemanis untuk menghindari gula tambahan.
Vitamin D, yang membantu penyerapan kalsium, sering ditambahkan ke produk susu, beberapa produk sereal, dan margarin. Vitamin ini juga ditemukan secara alami pada ikan dan kuning telur.
6. Asam lemak omega-3
Lemak ini dapat ditemukan pada ikan seperti ikan kembung, kakap, bawal, baronang, tuna, makerel, sarden, dan lain-lain.
Kamu juga bisa mendapatkannya dari bahan pangan nabati, seperti kacang kenari, biji chia, dan biji rami.
Cari juga makanan yang diperkaya dengan asam lemak ini. Makanan ini dapat meliputi telur, susu, produk kedelai, roti, sereal, dan pasta.
7. Kondimen
Hati-hati dengan jumlah garam yang tinggi dalam bumbu dan saus. Bahkan dalam jumlah sedikit, garam akan cepat terkumpul.
Carilah pilihan yang rendah sodium dan rendah lemak saat membeli saus tomat, mustard, mayones, saus barbekyu, kecap asin, dan saus salad.
Cuka sari apel, cuka balsamik, cuka beras, dan cuka rasberi juga merupakan pilihan saus salad yang menyehatkan jantung.
8. Minyak sehat
Beberapa minyak baik bagi kesehatan. Minyak zaitun dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL. Cari minyak nabati seperti minyak kanola, kedelai, dan bunga matahari.
Kurangi penggunaan mentega dalam masakan dengan menggunakan minyak semprot tanpa lemak atau margarin tanpa lemak trans. Cobalah pengganti lemak saat memanggang, seperti yoghurt.
9. Makanan yang diperkaya sterol nabati (plant sterol)
Sterol dan stanol nabati adalah zat yang membantu menghalangi kolesterol diserap di usus halus.
Sterol dan stanol nabati ditemukan secara alami dalam makanan dalam jumlah yang sangat sedikit. Kamu bisa mendapatkan beberapa sterol nabati dari produk olahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan, tetapi jumlahnya tidak mendekati 2 gram, yang direkomendasikan untuk orang dengan kolesterol tinggi.
Jika membutuhkannya lebih banyak, carilah makanan yang diperkaya sterol, seperti margarin, yoghurt atau susu rendah lemak, jus buah, dan sereal. Baca label kemasan untuk memastikan makanan tersebut tidak mengandung lemak dan gula yang tinggi.
10. Pilih sumber lemak yang lebih sehat
Batasi lemak total dan lemak jenuh. Tidak lebih dari 25 hingga 35 persen kalori harian harus berasal dari lemak makanan, dan kurang dari 7 persen kalori harian harus berasal dari lemak jenuh.
Bergantung pada berapa banyak kalori yang kamu makan per hari, berikut adalah jumlah lemak maksimum yang harus kamu makan:
- 1.500 kalori per hari: 42–58 gram lemak total, 10 gram lemak jenuh.
- 2.000 kalori per hari: 56–78 grams lemak total, 13 gram lemak jenuh.
- 2.500 kalori per hari: 69–97 gram lemak total, 17 gram lemak jenuh.
Lemak jenuh adalah lemak jahat karena meningkatkan kadar LDL lebih dari apa pun dalam makanan. Lemak ini ditemukan dalam beberapa jenis daging, produk susu, cokelat, makanan panggang, serta makanan yang digoreng dan diproses.
Lemak trans juga jahat, yang dapat meningkatkan LDL dan menurunkan HDL. Lemak trans sebagian besar terkandung dalam makanan yang dibuat dengan minyak dan lemak terhidrogenasi, seperti margarin batangan, cracker, dan kentang goreng.
Alih-alih lemak jenuh dan lemak trans, cobalah lemak yang lebih sehat, seperti daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan minyak tak jenuh seperti minyak kanola dan minyak zaitun.