Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Efek Samping Kreatin yang Perlu Diwaspadai
ilustrasi minum minuman olahraga yang mengandung kreatin (pexels.com/Andres Ayrton)
  • Kreatin populer di kalangan atlet karena meningkatkan performa fisik, namun penggunaannya perlu hati-hati karena dapat menimbulkan efek samping bila dikonsumsi berlebihan.
  • Efek samping yang umum meliputi gangguan pencernaan, retensi air, kenaikan berat badan sementara, serta potensi kram otot dan ketidakseimbangan elektrolit.
  • Dalam kasus tertentu, konsumsi kreatin dosis tinggi bisa memengaruhi fungsi hati, sehingga disarankan konsultasi dokter sebelum penggunaan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kreatin adalah salah satu suplemen yang populer di kalangan atlet maupun individu yang rutin berolahraga. Suplemen ini dipercaya dapat meningkatkan kekuatan dan performa fisik.

Kreatin sebenarnya diproduksi secara alami oleh tubuh dan juga bisa diperoleh dari makanan, seperti daging dan ikan. Namun, penggunaan kreatin dalam bentuk suplemen sering menimbulkan pertanyaan tentang keamanannya.

Walaupun umumnya dianggap aman jika dikonsumsi sesuai aturan, tetapi kreatin tetap berpotensi menimbulkan beberapa efek samping yang perlu diketahui sebelum menggunakannya. Agar lebih berhati-hati, yuk ketahui apa saja efek samping kreatin yang mungkin muncul.

1. Gangguan pencernaan

Mengonsumsi kreatin dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Konsumsi sekitar 10 gram kreatin per hari dapat memicu gejala gastrointestinal, seperti sakit perut, diare, kembung, dan mual. Efek samping ini cenderung lebih jarang terjadi dengan dosis standar.

Jika kamu mengonsumsi kreatin dalam dosis tinggi dan mengalami masalah pencernaan, cobalah kurangi jumlah yang kamu konsumsi.

2. Retensi air

Mengonsumsi kreatin dalam dosis tinggi selama fase loading atau sekitar 20 gram per hari selama lima hingga tujuh hari, dapat menyebabkan retensi air.

Biasanya, berat air ini bersifat sementara dan akan hilang setelah kamu memulai fase pemeliharaan dengan dosis 3 hingga 5 gram per hari.

Jika kamu ingin menghindari retensi air, tetaplah pada dosis yang direkomendasikan, yaitu 3 hingga 5 gram per hari dan lewati fase loading. Kamu tetap akan mendapatkan hasil positif, hanya saja tidak secepat fase loading.

3. Kenaikan berat badan

ilustrasi menimbang berat badan (pexels.com/Annushka Ahuja)

Tidak jarang terjadi sedikit kenaikan berat badan saat mengonsumsi kreatin. Sebagian dari kenaikan berat badan ini bersifat sementara dan terkait dengan retensi air. Berat badan mungkin meningkat satu hingga tiga kilogram selama fase loading. Kenaikan berat badan ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang setelah kamu beralih ke dosis pemeliharaan.

Kamu juga mungkin mengalami sedikit kenaikan berat badan karena peningkatan massa otot. Kenaikan berat otot ini meningkatkan komposisi tubuh dan membantu mengurangi lemak, dan seharusnya tidak menjadi penyebab kekhawatiran.

5. Kram otot dan dehidrasi

Penggunaan kreatin juga dikaitkan dengan kram otot, ketegangan, atau cedera otot. Namun, studi ilmiah belum secara konsisten mengonfirmasi efek ini. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan kreatin dapat mengurangi risiko cedera otot dengan meningkatkan hidrasi dan ketersediaan energi di jaringan otot (Nutrients, 2024).

Meskipun demikian, beberapa individu mungkin mengalami ketidaknyamanan otot atau dehidrasi. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik saat menggunakan kreatin dapat membantu meminimalkan risiko ini.

6. Ketidakseimbangan elektrolit

ilustrasi kadar kreatinin tinggi (pixabay.com/Annett_Klingner)

Karena kreatin meningkatkan retensi air dalam sel otot, kreatin juga dapat mengubah keseimbangan elektrolit (mineral bermuatan), terutama jika asupan cairan tidak mencukupi Dalam kasus yang jarang terjadi, hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan natrium, kalium, atau magnesium, yang berpotensi menyebabkan kram otot atau detak jantung tidak teratur.

Risiko ini minimal bagi individu sehat yang mengonsumsi cairan yang cukup dan menjaga pola makan seimbang. Namun, risiko ini mungkin lebih mengkhawatirkan bagi mereka yang memiliki gangguan elektrolit atau selama olahraga intensitas tinggi yang berkepanjangan di iklim panas.

7. Peningkatan enzim hati

Beberapa laporan kasus menunjukkan bahwa konsumsi kreatin dalam dosis tinggi mungkin berkaitan dengan peningkatan enzim hati, yang dapat menjadi tanda adanya gangguan pada organ tersebut. Namun, bukti ilmiahnya masih tidak konsisten, dan sebagian besar penelitian tidak menemukan adanya pengaruh signifikan kreatin terhadap fungsi hati pada orang dewasa yang sehat.

Meski begitu, orang yang sudah memiliki penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat yang dimetabolisme oleh hati sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan kreatin.

Jika kreatin digunakan dalam jangka waktu lama, pemantauan kadar enzim hati secara rutin juga mungkin disarankan.

Memahami berbagai efek samping kreatin dapat membantu kamu menggunakan suplemen ini secara lebih bijak dan aman. Jika ingin mengonsumsinya dalam jangka panjang atau dalam dosis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya.

Referensi

"7 Possible Side Effects of Creatine." Health. Diakses pada Maret 2026.

"Is Creatine Safe? And More Side Effect FAQs." Healthline. Diakses pada Maret 2026.

Elham Kabiri Naeini et al., “Effect of Creatine Supplementation on Kidney Function: A Systematic Review and Meta-analysis,” BMC Nephrology 26, no. 1 (November 6, 2025): 622, https://doi.org/10.1186/s12882-025-04558-6.

"8 Potentially Serious Side Effects of Creatine." Verywell Health. Diakses pada Maret 2026.

Editorial Team