ilustrasi gigi (pexels.com/Arvind Philomin)
Gigi berlubang berkembang dari waktu ke waktu, yang mana gigi kehilangan lapisan enamel dan dentin karena asam yang dihasilkan oleh bakteri.
Mengutip penjelasan National Institute of Dental and Craniofacial Research, ketika bakteri kontak dengan gula dan pati dari makanan dan minuman, maka bakteri akan menghasilkan asam. Asam yang dihasilkan tersebut menyerang lapisan enamel gigi sehingga menyebabkan gigi kehilangan mineralnya.
Lapisan enamel sebenarnya bisa memperbaiki dirinya sendiri dengan cara menggunakan mineral yang ada dalam air liur dan fluorida dari pasta gigi. Dengan begitu, proses gigi berlubang bisa dihentikan. Apabila mineral yang hilang lebih banyak, maka lapisan enamel menjadi rusak dan terbentuk lubang pada gigi.
Proses gigi berlubang saat awal cenderung tanpa gejala, tetapi pada tahap lanjut dapat menimbulkan rasa nyeri. Jika tidak ditangani, gigi berlubang dapat menyebabkan rasa nyeri, infeksi, bahkan kehilangan gigi.