ilustrasi jeroan hati (freepik.com/azerbaijan_stockers)
Sebetulnya, tidak ada rekomendasi "resmi" untuk menghindari hati sepenuhnya selama kehamilan. Mengambil sedikit porsi sekali atau dua kali sebulan mungkin tidak dianggap berbahaya, seperti yang dijelaskan Baby Center. Namun, menghindarinya akan menjadi tindakan yang terbaik, ditambahkan oleh laman Mom Junction.
Lebih lanjut, jika kamu sedang merencanakan kehamilan atau hamil pada trimester pertama, sebaiknya jauhi konsumsi hati. Sementara jika sedang hamil di trimester akhir, sebaiknya hati-hati mengonsumsinya.
Selama kehamilan, asupan vitamin A yang cukup juga diperlukan. Jika kamu direkomendasikan untuk menambah asupan makanan kaya vitamin A, makanan kaya vitamin A dalam bentuk beta-karoten bisa menjadi solusinya. Ini seperti wortel, brokoli, kubis, labu, bayam, buah mangga, atau pepaya--alih-alih yang berupa retinol seperti hati.
Selain hati, kamu mungkin juga harus menghindari produk olahan hati lainnya, seperti suplemen minyak ikan kod, minyak hati hiu, sosis hati, atau hati pate . Selain itu, hindari juga penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung retinol.
Konsumsi hati selama kehamilan memang tidak dilarang sepenuhnya. Namun, menghindarinya bisa menjadi pilihan terbaik selama kehamilan untuk menghindari risiko yang lebih serius.