Membangun sebuah keluarga boleh dikata sama sulitnya seperti merintis usaha dari nol. Laman MentalHelp.Net menyebutkan tidak ada keluarga, hubungan atau pernikahan yang sempurna. Namun ini bukan berarti kita tidak perlu berjuang untuk memperoleh 99 persen kesempurnaan di dalam pernikahan dan keluarga.
Perjuangan mencapai keluarga yang mendekati sempurna bukanlah tanpa alasan. Kelalaian orangtua dalam menjaga keharmonisan keluarga akan berdampak pada perilaku dan atau kondisi kejiwaan anak.
Bahkan, ternyata ketika menghadapi stres yang disebabkan oleh keluarga, anak-anak bisa membentuk karakter atau perannya sendiri. Lima karakter ini dibuat berdasarkan teori milik Virginia Satir, seorang pencetus terapi keluarga dan Alfred Alder yang membahas tentang hubungan saudara. Berikut adalah karakter yang ditemukan pada anak yang tumbuh di keluarga disfungsi.
