ilustrasi berkonsultasi dengan dokter (freepik.com/freepik)
Jika kamu hidup dengan diabetes, hipertensi, atau penyakit kronis lain, kamu perlu konsultasi dulu dengan dokter sebelum berpuasa. Dengan begitu, dokter dapat melakukan penilaian risiko individual sebelum mulai berpuasa. Mengabaikan rekomendasi medis dapat meningkatkan risiko komplikasi serius.
Puasa Ramadan dapat memberi manfaat kesehatan jika dijalani dengan pola makan seimbang, cukup cairan, tidur berkualitas, dan aktivitas fisik teratur. Namun, kebiasaan yang kurang tepat justru bisa membebani metabolisme dan jantung.
Ramadan adalah momentum refleksi, termasuk terhadap kebiasaan sehari-hari. Dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup selama bulan ini, manfaat spiritual dan kesehatan dapat berjalan bersamaan.
Referensi
"Diabetes and Ramadan: Practical Guidelines." International Diabetes Federation and DAR Alliance. Diakses Februari 2026.
"WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour." World Health Organization. Diakses Februari 2026.
Rachida Roky et al., “Physiological and Chronobiological Changes During Ramadan Intermittent Fasting,” Annals of Nutrition and Metabolism 48, no. 4 (January 1, 2004): 296–303, https://doi.org/10.1159/000081076.
Kristin K. Hoddy et al., “Intermittent Fasting and Metabolic Health: From Religious Fast to Time‐Restricted Feeding,” Obesity 28, no. S1 (July 1, 2020): S29–37, https://doi.org/10.1002/oby.22829.
"Guideline: sugars intake for adults and children." WHO. Diakses Februari 2026.
Efsa Panel on Dietetic Products Nutrition Allergies And, “Scientific Opinion on Dietary Reference Values for Water,” EFSA Journal 8, no. 3 (March 1, 2010), https://doi.org/10.2903/j.efsa.2010.1459.
"Fats." American Heart Association. Diakses Februari 2026.
"Sodium reduction." WHO. Diakses Februari 2026.