Di masa pandemik, tak sedikit orang yang menyetok makanan instan seperti mi, makanan beku, makanan dan minuman kemasan, dan sebagainya. Makanan dan minuman seperti itu tak apa bila dikonsumsi sesekali. Namun, kalau terlalu sering, tentu bisa membahayakan kesehatan.
Makanan kemasan cenderung tinggi garam dan gula, sementara kandungan nutrisinya rendah. Padahal, tubuh kita tidak memerlukan jumlah gula dan garam sebanyak itu. Kurangnya nutrisi dapat melemahkan imun tubuh kita juga.
Tak cuma itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak juga bisa bikin berat badan naik, yang lama-lama bisa menimbulkan kegemukan atau obesitas. Kondisi obesitas sendiri juga membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit. Timbunan lemak dalam tubuh juga bisa memengaruhi sistem imun.
Maka dari itu, ketahuilah batas aman konsumsi gula dan garam harian. Sesuai dengan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10 persen dari total energi (200 kkal) atau setara dengan 4 sendok makan per orang per hari (50 gram per orang per hari). Sementara itu, anjuran konsumsi garam adalah 2.000 mg atau setara dengan 1 sendok teh per orang per hari (5 gram per orang per hari).
Selain itu, gantilah makanan instan atau yang tinggi lemak tak sehat dengan makanan sehat seperti karbohidrat kompleks, sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan susu rendah lemak.