ilustrasi air hangat (pexels.com/Vova Kras)
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mengonsumsi air hangat saat buka puasa bisa meningkatkan aliran darah pada saluran pencernaan. Kondisi ini ternyata bisa membantu tubuh dalam memproses dan membuang sisa racun yang tertinggal secara lebih efektif. Dengan demikian, risiko sembelit atau terjadinya gangguan pencernaan akan berkurang selama berpuasa.
Sebaliknya, jika kamu rutin mengonsumsi minuman manis seperti es campur, es cendol, atau es oyen saat buka puasa, sajian tersebut akan semakin memperlambat gerak usus karena tingginya kadar gula yang harus dicerna. Hal tersebut bisa mengakibatkan proses detoksifikasi di dalam tubuh kurang optimal. Selain itu, air hangat juga dapat memberikan stimulasi otot-otot usus, sehingga membantu makanan yang dikonsumsi selanjutnya akan lebih mudah dicerna.
Dengan mengetahui beberapa alasan di atas, memilih air hangat untuk dikonsumsi rutin saat berbuka puasa bisa menjadi keputusan yang bijak dalam menjaga kesehatan pencernaan dan tubuh secara keseluruhan. Jadi, mulai sekarang, mulailah berbuka dengan air hangat untuk membuat tubuh yang lebih nyaman dan sehat setelah seharian berpuasa ya!
Referensi:
Do not immediately drink ice when breaking the fast, here are the tips to be safe for digestion. Universitas Negeri Surabaya. Diakses pada 04 Maret 2026.
10 Benefits of Drinking Hot Water. Healthline. Diakses pada 04 Maret 2026.
Should you drink warm or cold water on an empty stomach?. The Times of India. Diakses pada 04 Maret 2026.
Is Drinking Hot Water In The Morning Actually Better For You? Dietitians Weigh In. Delish. Diakses pada 04 Maret 2026.