ilustrasi telur (pexels.com/Foodie Factor)
Makan makanan yang kaya protein dapat mempercepat metabolisme melalui proses yang disebut efek termal makanan. Proses ini terjadi karena tubuh membutuhkan lebih banyak kalori untuk mencerna dan mengolah nutrisi dalam makanan. Meskipun karbohidrat dan lemak juga dapat meningkatkan metabolisme, efeknya tidak sebesar protein.
Menurut sebuah studi, protein meningkatkan laju metabolisme seseorang sebesar 15–30 persen. Karbohidrat meningkatkan laju metabolisme sebesar 5–10 persen. Sementara, lemak meningkatkan laju metabolisme hingga 3 persen. (Nutrition & Metabolism, 2014)
Jadi, jika kamu sedang menjalani program penurunan berat badan, pastikan telur menjadi bagian dari keseluruhan diet sehatmu. Telur dapat membantu keberhasilan penurunan berat badan karena rendah kalori, tinggi nutrisi, mengenyangkan, dan meningkatkan metabolisme. Namun, untuk mendapatkan hasil yang kamu mau, pastikan kamu juga menerapkan gaya hidup yang sehat secara keseluruhan.
Referensi
"Eggs Might Be the Ultimate Weight Management Food". Healthline. Diakses pada Januari 2025.
"Can Eating Eggs Help You Lose Weight?". Medical News Today. Diakses pada Januari 2025.
Pesta, D. H., & Samuel, V. T. (2014). A high-protein diet for reducing body fat: mechanisms and possible caveats. Nutrition & Metabolism, 11(1), 53. https://doi.org/10.1186/1743-7075-11-53
Westerterp-Plantenga, M. S., Lemmens, S. G., & Westerterp, K. R. (2012). Dietary protein – its role in satiety, energetics, weight loss and health. British Journal of Nutrition, 108(S2), S105–S112. https://doi.org/10.1017/s0007114512002589