ilustrasi minum (pexels.com/Engin Akyurt)
Kurangnya asupan air membuat proses pencernaan menjadi kurang optimal. Cairan diperlukan untuk melunakkan makanan dan membantu pergerakan di saluran cerna. Tanpa cukup air, makanan bergerak lebih lambat sehingga meningkatkan risiko kembung. Kondisi ini semakin terasa jika makanan yang dikonsumsi tinggi gula atau lemak. Sistem pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolahnya.
Selain itu, makan terlalu cepat menyebabkan udara ikut tertelan bersama makanan. Udara yang masuk akan berkumpul di lambung dan memicu rasa penuh. Kebiasaan ini sering tidak disadari karena terjadi saat berbuka dalam kondisi sangat lapar. Jika dilakukan berulang, keluhan kembung bisa muncul hampir setiap hari. Makan secara perlahan serta cukup minum air dapat membantu mencegahnya.
Memilih takjil yang tepat membantu tubuh beradaptasi kembali setelah berpuasa tanpa menimbulkan keluhan pencernaan. Perut kembung sering muncul bukan karena jumlah makanan, melainkan jenis serta cara mengonsumsinya. Jika sudah mengetahui kesalahan yang sering terjadi, takjil apa yang akan dipilih agar berbuka tetap nyaman?
Referensi
"Digestive Issues in Ramadan: Causes, Prevention & Remedies". Dr. Fajer. Diakses pada Februari 2026.
"Ramadan Nutrition: 20 Mistakes to Avoid for a Healthy Fast". Dr. Sumaiya. Diakses pada Februari 2026.