Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kopi Hitam vs Kopi Susu saat Puasa Ramadan, Mana yang Lebih Aman?
ilustrasi kopi (unsplash.com/Jonathan Cooper)
  • Kopi hitam mengandung kafein lebih tinggi dan bersifat asam, sehingga berisiko memicu ketidaknyamanan lambung jika diminum saat perut kosong selama puasa.
  • Kopi susu memiliki efek lebih ringan karena campuran susu dapat menetralkan keasaman, namun tetap perlu diperhatikan bagi yang intoleran laktosa atau sensitif terhadap gula.
  • Pemilihan jenis kopi dan waktu konsumsi yang tepat, seperti setelah berbuka, membantu menjaga kesehatan lambung serta kenyamanan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi para pencinta kopi, melewatkan minuman favorit saat puasa Ramadan bukan perkara mudah. Namun, banyak yang masih ragu menentukan pilihan, kopi hitam atau kopi susu yang lebih aman dikonsumsi saat perut kosong. Pasalnya, kadar kafein dan sifat asam pada kopi dapat memicu rasa tidak nyaman di lambung jika tidak disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Tidak sedikit orang yang mengeluhkan asam lambung naik atau perut terasa tidak nyaman setelah minum kopi saat sahur maupun buka puasa. Karena itu, memahami perbedaan efek kopi hitam dan kopi susu terhadap lambung jadi hal yang penting sebelum kamu memilih. Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar kamu tetap bisa menikmati kopi tanpa mengganggu ibadah puasa.

1. Perbedaan kandungan kafein pada kopi hitam dan kopi susu

ilustrasi kopi dan biji kopi (pexels.com/ธันยกร ไกรสร)

Kopi hitam umumnya memiliki kadar kafein yang lebih murni karena tidak dicampur bahan tambahan seperti susu atau gula. Saat berpuasa, asupan kafein dapat menstimulasi peningkatan produksi asam lambung hingga berpotensi menimbulkan sensasi perih atau tidak nyaman di perut. Sementara itu, kopi susu tetap mengandung kafein tetapi dampaknya bisa terasa lebih ringan karena adanya campuran susu.

Meski begitu, jumlah kafein tetap bergantung pada jenis biji kopi dan metode seduh yang digunakan. Jika dikonsumsi saat sahur, kafein juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil dan membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Karena itu, memahami kadar kafein penting agar kamu bisa menyesuaikan pilihan kopi saat puasa.

2. Pengaruh keasaman kopi terhadap lambung saat puasa

ilustrasi menuang kopi (pexels.com/Pratikxox)

Tingkat keasaman atau acidity pada kopi menjadi faktor utama yang memengaruhi kesehatan lambung. Kopi hitam umumnya memiliki sifat asam yang lebih terasa, terutama jika diminum tanpa makanan pendamping. Saat perut kosong selama puasa, kita akan mengalami peningkatan asam lambung dan rasa tidak nyaman.

Sebaliknya, tambahan susu dalam kopi dapat membantu meredakan sebagian tingkat keasaman yang terasa di lambung. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki intoleransi laktosa, kopi justru bisa menyebabkan kembung. Karena itu, memahami kondisi dan sensitivitas lambung masing-masing menjadi langkah penting sebelum menentukan pilihan kopi saat puasa.

3. Dampak kopi terhadap asam lambung dan GERD

ilustrasi minum kopi setelah makan sahur (pexels.com/Craig Adderley)

Bagi kamu yang memiliki riwayat maag atau GERD, konsumsi kopi saat puasa perlu lebih diperhatikan. Kafein dapat melemaskan katup antara lambung dan kerongkongan sehingga memicu naiknya asam lambung. Kopi hitam yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan berpotensi memperparah gejala seperti perih dan sensasi terbakar di dada.

Disisi lain, kopi susu mungkin terasa lebih ringan, tetapi bukan berarti sepenuhnya aman tanpa risiko. Takaran gula yang terlalu banyak dalam kopi susu dapat memperlambat kerja sistem pencernaan dan menimbulkan sensasi begah pada lambung. Karena itu, mengontrol jumlah konsumsi serta memilih waktu minum yang tepat menjadi langkah penting agar keluhan tidak mudah muncul kembali selama puasa.

4. Waktu terbaik minum kopi saat puasa

ilustrasi seorang wanita yang sedang minum kopi (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Tak hanya jenisnya, waktu minum kopi juga berperan penting dalam menentukan efeknya bagi tubuh. Mengonsumsi kopi saat sahur ketika perut masih kosong berisiko memicu iritasi lambung. Jika tetap ingin menikmati kopi selama puasa, mengonsumsinya setelah buka puasa dan menyantap makanan utama bisa menjadi opsi yang lebih aman.

Pastikan tubuh sudah mendapat asupan makanan agar lambung tidak bekerja dalam keadaan kosong. Hindari juga minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur karena bisa mengganggu kualitas istirahat malam. Dengan memilih waktu yang tepat, kamu tetap bisa menikmati kopi tanpa mengorbankan kenyamanan selama puasa.

5. Pilihan lebih aman sesuai kondisi tubuh

ilustrasi kopi hitam dan kopi susu (freepik.com/stockking)

Pada akhirnya, pilihan antara kopi hitam dan kopi susu saat puasa bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing. Jika kamu memiliki lambung sensitif, kopi susu rendah gula atau low acid coffee bisa menjadi alternatif yang lebih ramah. Namun, bagi yang tidak memiliki masalah lambung, kopi hitam dalam jumlah wajar umumnya tetap aman dikonsumsi.

Batasi penggunaan gula supaya kadar gula darah tidak meningkat drastis saat berbuka. Perhatikan juga reaksi tubuh setelah mengonsumsi kopi untuk memahami sejauh mana tubuhmu bisa mentoleransinya. Dengan memilih secara cermat dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar, kamu tetap dapat menikmati kopi tanpa mengganggu kelancaran puasa.

Pada akhirnya, memilih kopi hitam atau kopi susu saat puasa bukan sekadar soal selera, tetapi juga soal kondisi tubuhmu sendiri. Selama dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan, kopi tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan lambung. Jadi, kamu tim kopi hitam atau kopi susu saat puasa kali ini?

Referensi

“Hubungan Pola Konsumsi Kopi Terhadap Kejadian Gastritis pada Mahasiswa Muhammadiyah Parepare.” Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan. Diakses Februari 2026.

“The Effects Between Black Coffee and Mixed Coffee Consumption Towards Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Symptoms.” The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy. Diakses Februari 2026.

“The Effect of Coffee Consumption on the Performance of the Human Digestive System: A Literature Study.” Bioedunis Journal. Diakses Februari 2026.

“Effects of Coffee on Gut Microbiota and Bowel Functions in Health and Diseases: A Literature Review.” Nutrients. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team