ilustrasi anak mengalami masalah makan (unsplash.com/Providence Doucet)
Masalah makan pada anak juga menarik perhatian Vera Itabiliana S.Psi, psikolog anak di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia. Menurutnya, beberapa faktor psikologis bisa mengubah nafsu makan anak.
"Praktik orang tua dalam memberi makan, orang tua yang juga memiliki feeding difficulties, atau sering menggunakan makanan sebagai hadiah atau hukuman dapat berkontribusi pada kebiasaan pilih-pilih makanan (picky eater)," ungkap Vera.
Selain itu, pemberian variasi menu makanan yang terbatas juga menyebabkan anak memiliki masalah feeding difficulties. Makanan bervariasi dengan ragam rasa dan tekstur penting diajarkan sejak dini untuk mengembangkan penerimaan makanan.
Lebih lanjut, faktor emosional juga bisa memengaruhi nafsu makan anak. Contohnya stres, perubahan rutinitas, atau kecemasan. Kondisi tersebut bisa berdampak pada keinginan anak mencoba makanan baru, yang berujung memicu anak susah makan.