ilustrasi lari interval (pexels.com/cottonbro studio)
Agar latihan interval benar-benar memberikan hasil, kamu tidak hanya perlu mengikuti pola, tetapi juga memahami prinsip dasarnya, lho. Banyak orang gagal bukan karena metodenya salah, tetapi karena cara penerapannya kurang tepat. Dengan memperhatikan beberapa tips penting ini, kamu bisa berlatih lebih aman dan efektif.
Jangan terlalu cepat di awal latihan
Kesalahan umum pemula adalah memulai sprint dengan kecepatan berlebihan. Akibatnya, tubuh cepat kehabisan energi dan kamu tidak mampu menyelesaikan seluruh repetisi dengan kualitas yang baik. Lebih baik memulai dengan kecepatan yang terkontrol agar performa tetap stabil dari awal hingga akhir.
Fokus pada rasio kerja dan pemulihan
Interval bukan hanya soal seberapa cepat kamu berlari, tetapi juga bagaimana kamu mengatur waktu pemulihan. Rasio seperti 1:2 atau 1:1 antara lari cepat dan jogging sangat membantu tubuh beradaptasi secara bertahap. Dengan rasio yang tepat, kamu bisa meningkatkan performa tanpa membuat tubuh kelelahan berlebihan.
Sesuaikan latihan dengan tujuan pribadi
Setiap orang punya tujuan yang berbeda, ada yang ingin lebih cepat, ada yang ingin lebih kuat, dan ada juga yang fokus menurunkan berat badan. Karena itu, kamu perlu menyesuaikan pola interval dengan kebutuhan pribadi. Ketika latihan selaras dengan tujuan, motivasi akan lebih terjaga dan progres terasa lebih nyata.
Dengan mengikuti panduan menu latihan lari interval ini secara konsisten, kamu akan segera merasakan tubuhmu lebih ringan, langkahmu lebih lebar, dan stamina kamu meningkat ke level yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya, lho. Yuk, segera praktik!
Referensi:
“7 Benefits of High Intensity Interval Training (HIIT)”. Healthline. Diakses Januari 2026.
“Vegan fast food: 33 plant-based options”. Medical News Today. Diakses Januari 2026.
“Interval Training to Boost Speed and Endurance”. Very Well Fit. Diakses Januari 2026.
“A Beginner’s Guide to Interval Training”. Runners World. Diakses Januari 2026