ilustrasi makan mie instan (vecteezy.com/Lalita Somrat)
Dalam banyak kasus, rasa kantuk setelah makan sebenarnya bukan sesuatu yang berbahaya, karena ini adalah respons normal tubuh terhadap proses pencernaan dan perubahan hormon.
Namun, jika rasa mengantuk terjadi sangat sering atau sangat intens, bisa jadi itu tanda bahwa tubuh mengalami fluktuasi gula darah yang besar setelah makan. Pola makan dengan banyak karbohidrat olahan dan sedikit serat atau protein dapat memperburuk kondisi tersebut.
Untuk mengurangi rasa kantuk setelah makan mi instan, beberapa strategi sederhana bisa membantu:
Tambahkan protein seperti telur, ayam, atau tahu.
Tambahkan sayur untuk meningkatkan serat.
Hindari makan dalam porsi besar.
Dengan komposisi makanan yang lebih seimbang, tubuh dapat mencerna makanan lebih stabil sehingga lonjakan energi dan rasa kantuk tidak terlalu ekstrem.
Referensi
Ahmad Afaghi, Helen O’Connor, and Chin Moi Chow, “High-glycemic-index Carbohydrate Meals Shorten Sleep Onset,” American Journal of Clinical Nutrition 85, no. 2 (February 1, 2007): 426–30, https://doi.org/10.1093/ajcn/85.2.426.
Anita S Wells et al., “Influences of Fat and Carbohydrate on Postprandial Sleepiness, Mood, and Hormones,” Physiology & Behavior 61, no. 5 (May 1, 1997): 679–86, https://doi.org/10.1016/s0031-9384(96)00519-7.
Nawaf W. Alruwaili et al., “The Effect of Nutrition and Physical Activity on Sleep Quality Among Adults: A Scoping Review,” Sleep Science and Practice 7, no. 1 (October 21, 2023), https://doi.org/10.1186/s41606-023-00090-4.
William C Orr et al., “Meal Composition and Its Effect on Postprandial Sleepiness,” Physiology & Behavior 62, no. 4 (October 1, 1997): 709–12, https://doi.org/10.1016/s0031-9384(97)00012-7.